IHSG Jeblok ke Level Terendah Sejak 2016, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Kompas.com - 10/03/2020, 07:04 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Virus corona (Covid19) terus membebani Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG). Senin (9/3/2020), IHSG jeblok 6,58 persen  ke level 5.136,809. Ini merupakan posisi terendah IHSG sejak Desember 2016.

Secara year-to-date, penurunan yang dialami oleh IHSG lebih dahsyat lagi. Sejak awal tahun, IHSG anjlok18,46 persen.

Lalu, bagaimana investor harus menyikapi pelemahan IHSG saat ini?

Baca juga: Diterpa 2 Sentimen Negatif, Rupiah dan IHSG Rontok

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso mengatakan, bagi investor jangka pendek kondisi saat ini dapat menjadi lampu kuning untuk mengatur manajemen risiko mereka.

Di sisi lain, bagi investor jangka panjang kondisi indeks yang tertekan menjadi momentum terbaik untuk mendapatkan saham dengan harga yang murah.

Namun, dalam keadaan pasar yang panik, saham emiten dengan fundamental bagus pun akan ikut tertekan. Ia pun merekomendasikan wait and see setidaknya sampai penurunan IHSG mereda.

“Sebaiknya tetap bersabar sampai penurunan (indeks) mereda atau bisa melakukan cicil beli saham perusahaan dengan kriteria pendapatan yang positif dan masih membukukan pertumbuhan pada tahun 20119,” ucap Aria seperti dikutip dari Kontan.co.id, Selasa (10/3/2020).

Baca juga: IHSG Jeblok, BEI Bakal Terapkan Sejumlah Langkah

Bahkan, sektor keuangan (finance) pun cukup sensitif saat pasar mengalami gejolak seperti saat ini. Namun, sektor keuangan akan cepat pulih apabila pasar membaik dan kembali optimistis.

Mengacu pada laporan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin indeks sektor keuangan (finance) turun 6,69 persen.

Meski begitu, indeks sektor keuangan masih menjadi indeks sektoral dengan performa terbaik di antara indeks sektoral lain. Misalnya sektor pertanian (agriculture) yang ambles 28,21 persen, sektor industri dasar dan kimia yang turun 26,62 persen, dan sektor aneka industri yang tergerus 25,13 persen sejak awal tahun.

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X