Aplikasi Kasbon Gaji, Perusahaan Ini Targetkan 100.000 Pengguna

Kompas.com - 12/03/2020, 14:39 WIB
Founder dan CEO Asia Impact Development Co., Ltd (AID) Hitoshi Sugamoto (kiri) memperkenalkan teknologi Beever, yang memungkinkan karyawan menarik gaji di muka, di Jakarta, Kamis (12/3/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAFounder dan CEO Asia Impact Development Co., Ltd (AID) Hitoshi Sugamoto (kiri) memperkenalkan teknologi Beever, yang memungkinkan karyawan menarik gaji di muka, di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Asia Impact Development Co., Ltd (AID) melalui PT Beever Indonesia, penyedia aplikasi digital yang memungkinkan karyawan bisa menarik gaji di muka (kasbon gaji) menargetkan pertumbuhan pada tahun 2020.

Founder dan CEO AID, Hitoshi Sugamoto mengatakan, pihaknya menargetkan bisa menjaring 100.000 pengguna Beever di Indonesia sepanjang 2020.

"Target kami untuk tahun ini 100.000 users di Indonesia dengan kolaborasi bersama beberapa perusahaan Indonesia dan Jepang lainnya," kata Hitoshi Sugamoto di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Baca juga: Aplikasi Ini Tawarkan Penarikan Gaji di Muka, Minat?

Sugamoto yakin target tersebut bisa tercapai karena Beever merupakan inovasi baru yang memungkinkan karyawan menerima gaji di luar tanggal gajian.

Karena target pasarnya adalah karyawan, perusahaan juga bakal terus menjalin kerja sama dengan perusahaan lokal dan Jepang, termasuk perusahaan joint venture di Indonesia sehingga target pengguna bisa terlampaui.

"Makanya kami menjalin kerjasama dengan perusahaan karena yang bisa melakukan itu (kasbon gaji) hanya perusahan-perusahaan yang bekerjasama dengan kami. Kami juga bekerjasama dengan financial provider untuk menyediakan dana," ujar Sugamoto.

Adapun saat ini, perseroan telah bekerja sama dengan sekitar 5 perusahaan di Indonesia, dengan jumlah karyawan sekitar 2.000. Selain 5 perusahaan, Sugamoto mengaku sudah ada beberapa perusahaan yang tertarik bergabung kerja sama dengan Beever.

"Jadi kita juga selain 5 company, sudah ada beberapa yang sudah request dan sedang kita proses," ungkap dia.

Baca juga: Redam Corona, Trump hingga Sri Mulyani Bakal Gratiskan Pajak Gaji Karyawan

Kendati demikian, Sugamoto tidak mengungkap nama dan jumlah perusahaan yang hendak bergabung itu. Yang jelas, perusahaan itu terdiri dari perusahaan lokal, Jepang, dan joint venture.

"Ada beberapa perusahaan, jenisnya campuran juga. Ada yang lokal, ada yang Japanese company, dan joint venture antara Jepang dengan perusahaan Indonesia," sebutnya.

Sebagai informasi, Beever merupakan teknologi digital yang memungkinkan karyawan bisa menarik gaji di muka sebelum tanggal gajian. Gaji yang dapat diambil karyawan akan dihitung berdasarkan jumlah hari kerja dalam bulan yang berjalan.

Setelah karyawan tersebut melakukan pengajuan, nantinya kasbon gaji bakal ditransfer melalui rekening ataupun instrumen uang elektronik (e-money). Untuk itu, Beever akan bekerjasama dengan institusi keuangan berlisensi di Indonesia sebagai pihak penyedia dana.

Penarikan gaji juga hanya bisa dilakukan oleh karyawan yang perusahaannya telah bekerjasama. Sebab, Beever akan menghubungkan sistemnya dengan sistem HR perusahaan seperti sistem kehadiran karyawan dan sistem gaji (payroll). Dengan menghubungkan sistem, para karyawan tersebut kemudian dapat memilih tanggal gajiannya.

Baca juga: Sah, Pemerintah Bakal Tanggung Pajak Gaji Karyawan Selama 6 Bulan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X