Mengenal Bio Farma, BUMN Spesialis Vaksin Peninggalan Belanda

Kompas.com - 28/03/2020, 11:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama PT Bio Farma (Persero) belakangan mencuat saat wabah virus corona atau Covid-19. BUMN ini ditugasi pemerintah untuk melakukan riset untuk keperluan produksi vaksin virus yang muncul pertama kali di Kota Wuhan tersebut.

Berbeda dengan perusahaan pelat merah lain yang bergerak di industri kesehatan yang fokus memproduksi obat-obatan, Bio Farma lebih fokus pada pengembangan vaksin.

Dikutip dari laman resminya, Bio Farma adalah perusahaan peninggalan Kolonial Belanda yang bernama Parc Vaccinogene pada tahun 1890.

Perusahaan ini lahir berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Hindia Belanda Nomor 14 tahun 1890 di Rumah Sakit Militer Weltevreden, Batavia, yang saat ini telah berubah fungsi menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD Gatot Soebroto), Jakarta.

Tahun 1895, perusahaan ini mengalami perubahan nama menjadi Parc Vaccinogene en Instituut Pasteur dengan memindahkan fasilitas laboratoriumnya di Pasteur Bandung yang saat ini menjadi kantor pusatnya.

Baca juga: Fakta Lengkap Skenario Pemerintah, Tidak Mudik Tidak Piknik Lebaran 2020

Landskoepoek Inrichting en Instituut Pasteur terus menjadi andalan pemerintah Hindia Belanda untuk memproduksi vaksin hingga kemudian diambil alih Jepang di Perang Dunia II dan berganti nama menjadi Bandung Boeki Kenkyushoo dengan Kikuo Kurauchi sebagai kepalanya.

Bandung Boeki Kenkyushoo kembali berganti nama setelah Indonesia merdeka menjadi Gedung Cacar dan Lembaga Pasteur.

Baru setelahnya lembaga ini menjadi BUMN setelah proses nasionalisasi aset Belanda di tahun 1955-1960 dan ditetapkan sebagai Perusahaan Negara Pasteur.

Namanya kembali berganti menjadi PN Bio Farma pada periode tahun 1961-1978. Lalu menjadi PT Bio Farma (Persero) di tahun 1997 dengan kepemilikan sahamnya dimiliki 100 persen oleh pemerintah.

Dikutip dari Harian Kompas, 11 November 2016, Bio Farma masuk sebagai salah satu produsen vaksin yang reputasinya cukup baik di dunia. Sejumlah vaksin bagi manusia yang dihasilkan Bio Farma dengan kapasitas produksi sekitar 2 miliar dosis per tahun itu telah mendapat pengakuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: IMF: Pandemi Corona Menjelma Jadi Krisis Ekonomi...

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.