Physical Distancing, Pemerintah Godok Panduan SOP Angkutan Umum dan Pribadi

Kompas.com - 05/04/2020, 16:19 WIB
Ratusan pemudik yang tiba dengan KM Ngapulu menjalani pemeriksaan ketat oleh petugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Minggu malam (29/3/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYRatusan pemudik yang tiba dengan KM Ngapulu menjalani pemeriksaan ketat oleh petugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Minggu malam (29/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian PUPR, Kepolisian, dan lembaga terkait sedang menggodok buku panduan yang akan menjadi standar operasional prosedur (SOP) untuk implementasi pembatasan orang dalam angkutan umum serta kendaraan pribadi.

SOP ini dalam rangka meminimalisasi penyebaran virus corona (Covid-19) kepada masyarakat yang tetap melaksanakan mudik, salah satunya mengimplementasikan jaga jarak fisik.

Adapun jaga jarak fisik tersebut dilakukan dengan mengurangi kapasitas penumpang, baik penggunaan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. 

Baca juga: Pemerintah Diminta Beri Kompensasi untuk Pengusaha Angkutan Umum

“Langkah-langkah dan peraturan yang berlaku akan berlaku selama dua bulan, sampai akhir wabah dan akan ditinjau secara teratur,” kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ridwan Djamaluddin melalui keterangan tertulis, Minggu (5/4/2020).

Menurut Ridwan, pemerintah berencana akan menaikkan harga tiket untuk angkutan umum dengan dasar berkurangnya jumlah penumpang yang mudik nanti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Transportasi umum dan pribadi diperlukan untuk mengimplementasikan jaga jarak fisik. Seperti untuk kendaraan umum, menaikkan harga tiket angkutan umum. Misalnya, bus berkapasitas 50 hanya dapat menampung 25 orang, itu harga tiketnya dinaikkan,” ujarnya.

Sedangkan untuk kebijakan kendaraan pribadi, Ridwan memaparkan seperti sepeda motor tidak dapat membawa penumpang.

Adapun untuk mobil pribadi harus mengangkut maksimal setengah dari kapasitas penumpangnya.

Baca juga: Mudik di Tengah Corona, Luhut Sebut Tarif Angkutan Bakal Mahal

“Semua tindakan ini akan diberlakukan secara ketat oleh polisi lalu lintas dan Kementerian Perhubungan,” katanya.

Selain itu, setiap orang yang melaksanakan mudik juga diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari setelah kedatangan di kota kelahirannya dan 14 hari setelah kembali ke Jakarta atau kota lain tempat mereka kembali.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.