Pandemi Corona, PHK Jadi Pilihan Terakhir Industri Kelapa Sawit

Kompas.com - 14/04/2020, 15:53 WIB
Sekretaris Jenderal Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki)Sekretaris Jenderal Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta

Karyawan dan pekerja

Saat ini, Gapki tengah memperjuangkan agar para pekerja maupun pekarya di perkebunan atau di pabrik mendapatkan tunjangan tambahan.

Pasalnya, mereka termasuk kelompok yang dipandang lemah dan rentan terhadap krisis.

"Kami berharap pemerintah juga membantu memberikan insentif," kata dia.

Salah satu yang diusulkan antara lain tunjangan PPh 21 Perusahaan.

Menurut Kanya, tunjangan PPh 21 Perusahaan yang biasanya disetorkan ke negara disarankan dibayarkan kepada karyawan pabrik saja.

Ekspor turun

Pemerintah juga bisa memberikan insentif berupa bantuan strategi dan solusi mengatasi berkurang drastisnya ekspor sawit.

Berkurangnya ekspor dilandasi anjloknya permintaan akibat pandemi corona. Catatan Kanya menunjukkan, 70 persen produksi sawit asal Indonesia ditujukan untuk ekspor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di tengah pandemi corona, pemerintah memberikan kebijakan kemudahan pelaksanaan penyerapan produk sawit untuk kebutuhan dalam negeri.

"Selain untuk biodiesel, produk sawit bisa diserap oleh energi terbarukan yang lain misalnya pembangkit listrik," kata Kanya.

Menurut dia, saat ini penyerapan kelapa sawit oleh pembangkit listrik belum dapat dijalankan karena adanya birokrasi yang belum tuntas.

Petugas menunjukkan sampel bahan bakar B30 saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Uji jalan kendaraan berbahan bakar campuran biodiesel 30 persen pada bahan bakar solar atau B30 dengan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer tersebut bertujuan untuk mempromosikan kepada masyarakat bahwa penggunaan bahan bakar itu tidak akan meyebabkan performa dan akselerasi kendaraan turun.Aprillio Akbar Petugas menunjukkan sampel bahan bakar B30 saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Uji jalan kendaraan berbahan bakar campuran biodiesel 30 persen pada bahan bakar solar atau B30 dengan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer tersebut bertujuan untuk mempromosikan kepada masyarakat bahwa penggunaan bahan bakar itu tidak akan meyebabkan performa dan akselerasi kendaraan turun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.