Kompas.com - 15/04/2020, 06:01 WIB
Otoritas jaksa keuangan Dokumentasi OJK Otoritas jaksa keuangan
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, per 14 April 2020, terdapat sekitar 328.329 nasabah atau debitur yang sudah mendapatkan keringanan kredit atau restrukturisasi kredit.

Jumlah tersebut terdiri dari nasabah perbankan dan debitur perusahaan pembiayaan. Bila dirinci, jumlah debitur yang telah mendapat restrukturisasi di industri perbankan sebanyak 262.966 debitur.

Sementara itu, jumlah debitur yang disetujui untuk mendapat restrukturisasi oleh perusahaan pembiayaan sebanyak 65.363 debitur.

Baca juga: Luhut Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Molor

"Adapun yang masih dalam proses permohonan sebanyak 150.345 debitur," kata Sekar dalam keterangannya, Rabu (15/4/2020).

Sekar kembali mengingatkan, bagi debitur yang ingin mendapat restrukturisasi segera ajukan permohonan kepada perbankan maupun perusahaan pembiayaan masing-masing. Permohonan akan memudahkan perbankan maupun leasing mengetahui keadaan debiturnya.

Nantinya setelah mengajukan keringanan kredit, pihak bank dan leasing akan memproses pengajuan tersebut dan akan segera memberitahukan hasil keputusan kepada debitur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Persetujuan permohonan, skema, dan jangka waktu dari restrukturisasi akan ditentukan berdasarkan penilaian atau asesmen bank atau leasing terhadap kemampuan membayar debitur dan kesepakatan kedua belah pihak," jelas Sekar.

Baca juga: Luhut: Pemerintah akan Segera Tarik Turis dari China, Korsel dan Jepang

Pengajuan permohonan bisa dilakukan dengan menggunakan layanan elektronik maupun media online. Bisa melalui telepon, WhatsApp, email, dan unduh formulir di website resmi perbankan atau leasing.

Sebagai informasi, aturan kelonggaran kredit alias restrukturisasi kredit diatur dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian sebagai Kebijakan Countercyclical.

Dalam aturan disebutkan, kelonggaran bisa untuk debitur dari sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan. Pemberian perlakuan khusus tersebut tanpa melihat batasan plafon kredit atau pembiayaan.

Baca juga: Luhut Klaim Penerbitan Permenhub Ojol Sudah Dikoordinasikan dengan Menkes dan Anies

Mekanisme restrukturisasi kredit bermacam-macam bentuknya, mulai dari penurunan suku bunga, perpanjangan waktu, hingga pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit, dan konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara.

Pemberian jangka waktu pun bisa bervariasi, akan sesuai dengan kesepakatan antara debitur dengan bank maupun leasing. Bisa 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, sampai maksimal 1 tahun.

Baca juga: Sri Mulyani Minta Pemda Pangkas Tunjangan Kinerja PNS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.