Resmikan Pembangunan Bandara Kediri, Luhut: Dari Desainnya "First Class"

Kompas.com - 15/04/2020, 21:12 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (9/3/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Pelaksana tugas sementara Menteri Perhubungan, Luhut B. Pandjaitan meresmikan secara virtual Pencanangan Pembangunan Bandar Udara Internasional Kediri di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pembangunan Bandara Baru Kediri ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Dua tahun yang lalu proyek ini direncanakan dan berjalan cukup panjang, ini adalah hal yang bersejarah untuk Indonesia, untuk pertama kalinya pembangunan bandara yang disponsori oleh swasta," katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (15/4/2020).

Baca juga: Fakta Bandara Kediri, Dibangun Perusahaan Rokok, Pernah Ditolak Jokowi

Skema KPBU Unsolicited sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 58 Tahun 2018. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Angkasa Pura I (Persero) dengan PT Gudang Garam Tbk untuk proyek bandara telah dilakukan pada 10 Maret 2020 lalu, dengan bentuk kerja sama Build Operate Transfer (BOT) dalam kurun waktu sesuai perjanjian konsesi.

Bandara Internasional Kediri ditargetkan mampu menampung 1,5 juta penumpang per tahun di awal pengoperasiannya. Kemudian akan terus meningkat hingga 10 juta orang per tahun di tahap ultimate.

Bandara tersebut juga akan dilengkapi landas pacu sepanjang 3.300 meter, sehingga dapat melayani pesawat badan lebar kelas 4E untuk rute penerbangan domestik dan internasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nantinya Bandara Kediri ini akan melayani keperluan ibadah haji dan umrah, hingga memudahkan keberangkatan jemaah haji dari beberapa daerah di wilayah Selatan, Jawa Timur.

“Dengan jumlah penduduk di Provinsi Jawa Timur kurang lebih 40 juta orang, Bandara Baru Kediri ini sangat berpengaruh sekali, terlebih lagi bandara ini akan berstatus internasional juga, akan dapat membantu koordinir haji untuk daerah Selatan Jawa Timur. Menurut saya Bandara Baru Kediri ini sangat paten, dari desainnya first class,” ujarnya.

Sementara jtu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga menyampaikan pembangunan Bandara Internasional Kediri, akan berpengaruh pada kesetaraan kemajuan pembangunan bagi masyarakat serta memajukan konektivitas. Melalui bandara udara akan membuka sektor agro dan maritim wilayah Selatan, Jawa Timur.

Baca juga: Bandara Kediri Didanai 100 Persen Gudang Garam, Pemerintah?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.