Pandemi Corona, Bagaimana Proses Pembebasan Lahan Proyek Infrastruktur?

Kompas.com - 17/04/2020, 21:32 WIB
Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2020 di Hotel Shangri-la, Jakarta, Selasa, (21/1/2020). Dok. Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2020 di Hotel Shangri-la, Jakarta, Selasa, (21/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang memastikan proses pembebasan lahan proyek infrastruktur pemeritah tetap berjalan meski di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan, beberapa proyek misalnya Light Rail Transit (LRT) dan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung masih tetap berjalan pelaksanaannya.

"Untuk proyek-proyek yang sedang berjalan, misalnya LRT kita rapat dengan Menko Kemaritiman dan Investasi kemarin. Kami video conference juga masalah kereta cepat, itu juga sesuai schedule. Jadi, proyek-proyek dalam take line masih terus berjalan," katanya dalam konferensi video, Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Baca juga: E-commerce Diperkirakan Bakal Panen Saat Ramadhan

Hingga saat ini ia mengatakan, belum melihat ada penundaan signifikan pembebasan lahan proyek infrastruktur akibat wabah virus corona di Indonesia.

Khusus soal proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, Sofyan Djalil menjelaskan, ada sedikit kendala dalam pembebasan lahan di Kabupaten Karawang. Namun, untuk masalah lainnya, dipastikan masih sesuai rencana.

"Yang masih ada masalah dengan eksekusi di Kabupaten Karawang. Kemudian yang lain, tidak ada masalah lain yang memerlukan intervensi BPN," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Riset: Mayoritas Pekerja Tak Paham Omnibus Law Cipta Kerja

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto mengatakan, pelaksanaan proyek pembebasan lahan untuk proyek pemerintah tidak mengalami kendala. Misalnya proyek Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

"Tetapi, program strategis yang di Jawa Barat, di Cisumdawu, itu tetap dilaksanakan. Proses yang dilakukan tetap sama, sehingga kita menunggu K/L yang meminta kebutuhan prioritas," ujarnya.

Baca juga: Ini Alasan Luhut Tidak Hentikan Operasional KRL



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.