Kesempatan Emas Buat RI Dongkrak Ekspor Ikan Saat Pandemi Corona

Kompas.com - 18/04/2020, 20:18 WIB
Aktivitas nelayan di dermaga Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sepanjang tahun ini hasil tangkapan ikan laut di perairan selatan Cianjur merosot drastis dibandingkan tahun sebelumnya akibat paceklik. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANAktivitas nelayan di dermaga Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sepanjang tahun ini hasil tangkapan ikan laut di perairan selatan Cianjur merosot drastis dibandingkan tahun sebelumnya akibat paceklik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, menyebut kalau kondisi saat pandemi virus corona atau Covid-19 jadi momentum meningkatkan ekspor ikan. Menurut dia, saat kondisi seperti sekarang, konsumsi ikan yang jadi sumber protein hewani, meningkat signifikan.

"Kebutuhan dunia tetap berjalan. Terutama untuk pasar ritel. Yang berkurang adalah tujuan food service untuk hotel dan restoran," jelas Edhy dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari Antara, Sabtu (18/4/2020).

Apalagi, sejumlah tengah menerapkan kebijakan lockdwon. Meski ada pembatasan pergerakan, distribusi bahan kebutuhan pangan tetap diprioritaskan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk menggenjot volume ekspor ikan.

"Jadi ini peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor," ujar Edhy.

KKP sendiri, kata dia, telah berupaya memberikan kemudahan logistik yang sangat dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan bahan baku Unit Pengolahan Ikan (UPI) untuk tujuan ekspor.

Baca juga: Maling Ikan Kian Marak Saat Covid-19, Langkah Edhy dan Respons Susi

Menurut Edhy, kementeriannya juga sudah menyurati Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 agar memberikan jaminan akses keluar masuk distribusi produk perikanan di dalam dan ke luar negeri.

"Beberapa kebijakan KKP untuk mendorong ekspor terus diluncurkan, di antaranya menggenjot produksi perikanan tangkap dan budidaya melalui pemberian bantuan benih, bibit, induk, pakan, revitalisasi tambak, sarana rantai dingin dan bakti nelayan kepada pelaku usaha perikanan terdampak Covid-19," kata dia.

Tercatat, Amerika Serikat (AS) menempati urutan pertama dari lima negara tujuan utama ekspor selama Januari–Maret 2020.

Nilai ekspor ke negeri Paman Sam itu mencapai 508,67 juta dollar AS atau 40,97 persen. Di peringkat kedua, ditempati China dengan nilai 173,22 juta dollar AS atau 13,95 persen.

Baca juga: Edhy Prabowo Bentuk Satgas Cegah Penyebaran Corona di KKP

Lalu di posisi ketiga ada negara-negara di ASEAN dengan nilai 162,29 juta dollar atau 13,07 persen. Keempat, Jepang dengan nilai 143,82 juta dollar AS atau 11,59 persen. Kelima negara-negara Eropa dengan nilai 82,05 juta dollar AS atau 6,61 pe4sen.

Dari sisi komoditas, udang mendominasi ekspor ke negara-negara tersebut dengan nilai mencapai 466,24 juta dollar AS atau 37,56 persen. Disusul tuna-tongkol-cakalang (TTC) dengan nilai 176,63 juta dollar AS atau 14,23 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X