KPPU Akan Minta Keterangan Erick Thohir Terkait Mafia Impor Alat Kesehatan

Kompas.com - 23/04/2020, 17:06 WIB
Komisioner KPPU, Guntur Saragih saat streaming Forum Jurnalis KPPU, Kamis (2/4/2020). KOMPAS.com/ ELSA CATRIANAKomisioner KPPU, Guntur Saragih saat streaming Forum Jurnalis KPPU, Kamis (2/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU) akan meminta keterangan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terkait pernyataannya soal mafia impor alat kesehatan.

“Kami KPPU sebagai lembaga negara penegakan hukum persaingan usaha, kami dalam waktu dekat akan minta keterangan dari Kementerian BUMN terkait informasi tersebut,” ujar Komisioner KPPU Guntur Saragih dalam teleconference dengan wartawan, Kamis (22/4/2020).

Menurut Guntur, keterangan dari Erick sangat diperlukan KPPU sebagai dasar awal melakukan penyelidikan. Setelah mendapat keterangan dari Erick, KPPU akan segera menindaklanjutinya.

“Setelah melalui proses pemeriksaan, kami baru bisa tentukan apakah memang ada pelanggaran. Itu yang terkait dengan mafia alat kesehatan yang sempat dilontarkan Pak Erick Thohir,” kata Guntur.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Usul Hapus Kemendag dan Kemenperin untuk Berantas Mafia Impor

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, saat ini mayoritas bahan baku untuk obat-obatan dan alat kesehatan yang beredar di Indonesia masih impor.

Mantan bos klub sepak bola Inter Milan ini mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

“Mohon maaf kalau saya bicara ini, sangat menyedihkan kalau negara sebesar Indonesia ini, 90 persen bahan baku dari luar negeri untuk industri obat. Sama juga alat kesehatan, mayoritas dari luar negeri,” ujar Erick usai meninjau RS Pertamina Jaya, Kamis (16/4/2020).

Menurut Erick, mewabahnya virus corona di Indonesia harus dijadikan cambukan untuk mengubah hal tersebut. Dengan demikian, nantinya bangsa Indonesia tak akan lagi tergantung dengan negara lain.

“Saya mohon maaf kalau menyinggung beberapa pihak. Janganlah negara kita yang besar ini selalu terjebak praktik-praktik yang kotor, sehingga alat kesehatan mesti impor, bahan baku mesti impor,” kata Erick.

Baca juga: Soal Mafia, Komisi VI Tepis Anggapan Ikut dalam Pengadaan Alat Kesehatan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X