Kompas.com - 23/04/2020, 20:31 WIB
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.com/IhsanuddinKepala Bappenas Suharso Monoarfa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa merekomendasikan beberapa kebijakan pembangunan Jakarta pada 2021.

Hal ini dia sampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) DKI Jakarta secara virtual.

Rekomendasi pertama yakni melanjutkan pembangunan moda transportasi massal. Mass Rapid Transit (MRT) dinilai salah satu cara ampuh untuk mengurangi kemacetan dan polusi yang diakibatkan pemakaian kendaraan pribadi.

“DKI Jakarta sendiri termasuk salah satu prioritas enam kota metropolitan untuk penyediaan pembangunan umum angkutan massal perkotaan. Ke depan, Jakarta diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dalam menyediakan transportasi metropolitan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2020).

Baca juga: 4 Platform Digital Berminat Jadi Mitra Baru Program Kartu Prakerja

Selain transportasi, rekomendasi kedua yang harus segera diselesaikan adalah penanganan banjir.

Pada awal 2020, banjir di DKI Jakarta dan Jawa Barat telah mengakibatkan lebih dari 60 korban jiwa dengan kerugian material Rp 960 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu, Suharso mengatakan penanganan banjir harus dilakukan menyeluruh, baik di hilir maupun di hulu, dengan melibatkan kerja sama dengan wilayah satelit di sekitar DKI Jakarta.

Rekomendasi lainnya adalah penguatan ketahanan dan kesiapan sistem jaminan kesehatan daerah, penataan permukiman kumuh, dan penyediaan air bersih serta sanitasi yang layak.

Baca juga: Dampak Covid-19, Menaker: Lebih dari 2 Juta Pekerja Di-PHK dan Dirumahkan

Dengan potensi yang dimiliki saat ini, perekonomian DKI Jakarta ditargetkan dapat tumbuh 4,77–5,65 persen di 2021.

Suharso berharap pemulihan ekonomi DKI Jakarta juga dapat dilakukan dengan cepat, mengingat DKI Jakarta merupakan salah satu tulang punggung ekonomi nasional.

Pertumbuhan ekonomi ini akan diiringi dengan penyediaan lapangan kerja baru sehingga tingkat pengangguran dapat menurun pada kisaran 8,1 persen dan tingkat kemiskinan turun menjadi 3,5 persen.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia diharapkan meningkat menjadi 82,53 serta tingkat kesenjangan antar kelompok turun hingga level 0,33.

Baca juga: Mulai 24 April Pukul 00.00 WIB, Tol Layang Jakarta-Cikampek Ditutup

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.