Tak Jadi Menteri Lagi, Susi: Presiden Butuh yang Berbeda

Kompas.com - 25/04/2020, 03:30 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti saat menghadiri diskusi Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan di kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (20/1/2020). KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYAMenteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti saat menghadiri diskusi Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan di kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (20/1/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali bicara terkait tidak terpilihnya dirinya menjadi menteri pada periode kedua kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo.

Susi bilang, presiden membutuhkan pembantu dalam kabinet yang sesuai dengan visi misinya selama memerintah. Sehingga wajar bila ada nama-nama yang tak lagi duduk di kursi menteri di era Kabinet Indonesia Maju.

"Ya enggak kenapa-napa. Presiden membutuhkan pembantunya yang sesuai dengan kebutuhan beliau. Saya mungkin 5 tahun sebelumnya dianggap sesuai yang dibutuhkan beliau. Nah periode ini beliau membutuhkan yang berbeda. Ya itu saja," kata Susi saat bincang-bincang bersama Opini.id, Jumat (24/4/2020).

Baca juga: Faisal Basri Ingatkan Pemerintah Jangan Ugal-ugalan Utang Saat Pandemi Covid-19

Susi pun tak mau mencampuri kewenangan Presiden kala itu. Sebab, penunjukkan menteri merupakan hak prerogatif presiden.

"Kan menteri adalah hak prerogatif Presiden. Satu saja yang perlu kita tahu, (pemilihan) menteri adalah hak prerogatif presiden. Netizen itu aduh ada-ada saja meledeknya," seloroh Susi.

Sebelumnya, Susi menjawab pertanyaan salah satu netizen di jagat maya Twitter untuk mengungkapkan alasan tak terpilih lagi menjadi menteri.

Pertanyaan awalnya diutarakan oleh akun @DinoSantana8. Dia agaknya penasaran mengapa Susi tak dipilih lagi menjadi menteri, menolak usai ditawari atau justru tak ditawari lagi.

Baca juga: Luhut: Hari Pertama Larangan Mudik, Masih Ada yang Kurang

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X