Pemerintah Tambah Lelang SUN, BI Siap Serap Rp 7,5 Triliun

Kompas.com - 29/04/2020, 10:33 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo DOKUMENTASI BANK INDONESIAGubernur BI Perry Warjiyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) siap menyerap tambahan Surat Utang Negara (SUN) yang dilelang pemerintah sebesar 25 persen atau sebesar Rp 7,5 triliun dari target maksimal lelang Rp 40 triliun.

Lelang tambahan atau aksi green shoe option ini bakal dilakukan pemerintah untuk mencapai target lelang Rp 23,38 triliun dari sisa target kemarin guna memenuhi sebagian dari defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

"Kalau dalam hal target lelang kemarin tidak terpenuhi, makanya hari ini pemerintah bakal buka lelang tambahan. Sesuai kesepakatan, BI bisa ajukan bid jumlahnya Rp 7,5 triliun. Tergantung pemerintah mau menangin berapa," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi video, Rabu (29/4/2020).

Baca juga: Pemerintah Lelang SUN Rp 62,6 Triliun dengan Cara Private Placement

Perry menyebut, Bank Indonesia kembali menyerap SUN sebesar Rp 2,3 triliun dari lelang SUN yang dilakukan pemerintah kemarin, Selasa (28/4/2020). Angka Rp 2,3 triliun kemarin merupakan angka yang disetujui pemerintah dari penawaran (bid) Rp 7,5 triliun.

Sementara itu, target indikatif lelang sendiri sebesar Rp 20 triliun dengan target maksimal Rp 40 triliun. Jumlah penawaran yang masuk Rp 44,4 triliun sehingga BI mampu menyerap Rp 10 triliun alias 25 persen dari Rp 44,4 triliun.

"BI masuk sebagai non-competitive bid dengan maksimum bid 25 persen dari target maksimum, yakni Rp 10 triliun. Tapi kami dahulukan para pelaku pasar, kami bid Rp 7,5 triliun. Kami menangkan Rp 2,3 triliun sisanya dari pasar," ungkap Perry.

Lelang tambahan dilakukan karena lelang SUN belum mencapai target yang ditetapkan. Dari penawaran yang masuk Rp 44,4 triliun, pemerintah berhasil menyerap Rp 16,6 triliun dari lelang 7 seri SUN tersebut.

Sehingga, target lelang tambahan kali ini sebesar Rp 23,38 triliun sesuai dengan sisa target dari Rp 40 triliun kemarin.

"Kami mendengar pemerintah menyerap Rp 16,6 triliun di antaranya Rp 2,3 triliun dari Bank Indonesia. Makanya pemerintah hari ini akan buka lelang tanbahan dengan harga seperti kemarin, target Rp 23,38 triliun sisa target (maksimum) kemarin," jelas Perry.

Nantinya bila target belum memenuhi juga, pemerintah bisa melakukan aksi private placement oleh BI maupun perbankan sesuai kesepakatan antara pemerintah dengan Bank Indonesia. Hal ini juga sesuai dengan PMK Nomor 38 Tahun 2020.

Sebelumnya, BI telah menyerap Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp 1,7 triliun yang dilelang pada Selasa (21/4/2020).

Serapan itu merupakan bagian kecil dari jumlah lelang yang dimenangkan Rp 9,98 triliun dengan jumlah penawaran masuk mencapai Rp 18,8 triliun.

"Kemarin yang dimenangkan Rp 9,98 triliun dalam lelang SBSN dari target lelang Rp 7 triliun. Di antaranya BI sebagai non competitive bidder menyerap Rp 1,7 triliun," kata Gubernur Perry Warjiyo dalam konferensi video, Rabu (22/3/4/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelombang 13 Kartu Prakerja Bakal Dibuka Kamis Besok Pukul 12.00 WIB

Gelombang 13 Kartu Prakerja Bakal Dibuka Kamis Besok Pukul 12.00 WIB

Whats New
Kemenaker: Implementasi Program JKP Indonesia Lebih Cepat Dibanding Malaysia

Kemenaker: Implementasi Program JKP Indonesia Lebih Cepat Dibanding Malaysia

Whats New
Rupiah Berbalik Menguat, Ditutup Pada Level Rp 14.245 Per Dollar AS

Rupiah Berbalik Menguat, Ditutup Pada Level Rp 14.245 Per Dollar AS

Whats New
Ingin Daftar Kartu Prakerja? Ini Kriteria Agar Diterima Sebagai Peserta

Ingin Daftar Kartu Prakerja? Ini Kriteria Agar Diterima Sebagai Peserta

Whats New
IHSG Ditutup Menguat, Asing Borong Saham BBRI dan BBCA

IHSG Ditutup Menguat, Asing Borong Saham BBRI dan BBCA

Whats New
Juni 2021, Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 1 Juta Per Hari

Juni 2021, Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 1 Juta Per Hari

Whats New
Gubernur BI Optimistis 12 Juta Merchant Gunakan QRIS Dalam Waktu Dekat

Gubernur BI Optimistis 12 Juta Merchant Gunakan QRIS Dalam Waktu Dekat

Whats New
Pegawai Ditjen Pajak Terlibat Kasus Suap, Sri Mulyani: Ini Jelas Pengkhianatan

Pegawai Ditjen Pajak Terlibat Kasus Suap, Sri Mulyani: Ini Jelas Pengkhianatan

Whats New
Standard Chartered Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,5 Persen di 2021

Standard Chartered Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,5 Persen di 2021

Whats New
Ini Promo ShopeePay, Tokopedia dan Bukalapak di Maret 2021

Ini Promo ShopeePay, Tokopedia dan Bukalapak di Maret 2021

Rilis
Pesan Luhut kepada Para Pejabat: Jangan Merasa Sombong dan Hebat

Pesan Luhut kepada Para Pejabat: Jangan Merasa Sombong dan Hebat

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pegawai DJP yang Diduga Terlibat Kasus Suap Telah Dibebastugaskan

Sri Mulyani Sebut Pegawai DJP yang Diduga Terlibat Kasus Suap Telah Dibebastugaskan

Whats New
Soal Dugaan Kasus Suap di Ditjen Pajak, Sri Mulyani: Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat di Awal 2020

Soal Dugaan Kasus Suap di Ditjen Pajak, Sri Mulyani: Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat di Awal 2020

Whats New
Vaksinasi Drive Thru Bagi Lansia Resmi Beroperasi di JIExpo Kemayoran

Vaksinasi Drive Thru Bagi Lansia Resmi Beroperasi di JIExpo Kemayoran

Whats New
Ini Sejarah Kepemilikan Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir Anker

Ini Sejarah Kepemilikan Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir Anker

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X