Bos Hutama Karya: Kondisi Sekarang Lebih Parah dari Krisis 1998

Kompas.com - 05/05/2020, 19:30 WIB
Direktur Utama PT Hutama Karya (HK) Persero, Bintang Perbowo memberi penjelasan dalam sebuah diskusi di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (5/9/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGADirektur Utama PT Hutama Karya (HK) Persero, Bintang Perbowo memberi penjelasan dalam sebuah diskusi di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo mengatakan, industri jasa konstruksi tengah menghadapi tantangan berat selama pandemi Covid-19.

Bahkan, dia menyebut situasi saat ini lebih parah dari krisis moneter yang terjadi pada 1998 silam.

“Krisis (kondisi sekarang) ini kami melihatnya lebih parah dari (krisis) 1998. Karena dulu 1998 demand tetap ada, suplainya berimbang, tapi sekarang ini tiba-tiba seperti yang kita tahu sama-sama,” ujar Bintang saat teleconference dengan wartawan, Selasa (5/5/2020).

Baca juga: 8 Tips agar UMKM Dapat Bertahan di Tengah Virus Corona

Kendati begitu, Bintang tetap menargetkan laba yang diraih perusahaannya di tahun ini tumbuh sebesar 20 persen.

Hutama Karya juga akan tetap mempertahankan pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi atau EBITDA tahun ini sebesar 48,43 persen. Sedangkan pertumbuhan nilai kontrak baru ditargetkan sebesar 83,09 persen.

“Ada keinginan yang diarahkan pemegang saham, minimum kami harus tumbuh 20 persen,” kata Bintang.

Baca juga: 7 Perusahaan Global Ini Ternyata Didirikan Saat Ekonomi Bergejolak

Bintang pun mengakui, di tengah pandemi ini ada beberapa proyek yang terhambat pengerjaannya. Namun, untuk proyek Tol Trans Sumatera dipastikan masih tetap berlanjut.

“Kami ada proyek dengan Pertamina dan PLN tetap berjalan dan mudah-mudahan bisa sesuai jadwal,” ucap dia.

Baca juga: Ahok Kenang Didi Kempot, Kejutan dan Sepasang Boneka



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X