Erick Thohir: BUMN Fokus Prioritaskan Pengamanan Kesehatan Nasional

Kompas.com - 07/05/2020, 11:56 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) meninjau ruangan Command Center Corona yang ada di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATMenteri BUMN Erick Thohir (kiri) meninjau ruangan Command Center Corona yang ada di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( Erick Thohir) berharap pandemi Covid-19 bisa dijadikan momentum untuk menata sejumlah sektor di dalam negeri. Terutama, untuk menata kapasitas dan kualitas alat kesehatan dalam negeri.

“Adanya pandemi COVID-19 membuat beberapa kegiatan kita menjadi terganggu, namun tanpa disadari hal ini juga menjadi kesempatan bagi kita sebagai bangsa untuk membangun infrastruktur perawatan kesehatan yang lebih baik dan lebih kuat," ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/5/2020).

Saat ini, kata Erick, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengatasi Covid-19.

Baca juga: Erick Thohir: Bank-bank BUMN Telah Restrukturisasi 830.000 Debitor Terdampak Corona

Menurutnya, pandemi telah menjadi proses pembelajaran seluruh pihak agar mulai berdiri dengan kaki sendiri. Hal ini agar industri dan alat kesehatan tak lagi bergantung pada negara lain.

“Agenda Kementerian BUMN akan bergeser untuk memprioritaskan pengamanan kesehatan nasional dengan mendorong penelitian dan produksi bersama di Indonesia," kata Erick.

Untuk visi besar itu, Kementerian BUMN telah menyiapkan rencana terdekat dengan membentuk sebuah perusahaan holding farmasi.

“Serta mengonsolidasikan 70 rumah sakit milik negara dan membentuk cluster kesehatan untuk membangun rantai pasokan yang koheren antara perusahaan negara di sektor kesehatan," ucap dia.

Untuk jangka menengah, Kementerian BUMN akan memfokuskan upaya peningkatan kapasitas Litbang bangsa dalam memproduksi vaksin dan obat-obatan.

“Sedangkan untuk jangka panjang, kami bertujuan agar perusahaan farmasi menjadi perusahaan global yang secara efektif mempromosikan kesejahteraan semua orang dan memberikan dampak berkelanjutan dalam perawatan kesehatan Indonesia," ujarnya.

Dengan sejumlah langkah itu, Erick optimistis Indonesia tak hanya akan mampu mengatasi pandemi, namun bisa bangkit menjadi kekuatan baru dalam industri kesehatan di Asia maupun dunia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X