Bisnis Grab Terdampak Corona, Insentif Driver Dikurangi

Kompas.com - 20/05/2020, 12:33 WIB
Mitra pengemudi Grab mendapat toolkit COVID-19 yang terdiri dari masker, desinfektan, hand sanitizers, serta edukasi preventif bagi penumpang. Grab IndonesiaMitra pengemudi Grab mendapat toolkit COVID-19 yang terdiri dari masker, desinfektan, hand sanitizers, serta edukasi preventif bagi penumpang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negara berdampak pada kinerja Grab. Pendapatan perusahaan transportasi asal Malaysia dari pengantaran orang dan barang ikut melorot.

Tan Hooi Ling Co Founder Grab mengatakan, mereka sedang mempersiapkan strategi menghadapi kemungkinan terburuk. Tentunya, Grab dalam kondisi ini mengharapkan uluran tangan investor utamanya, Softbank.

“Grab yang didukung oleh Softbank sedang mempersiapkan kemungkinan untuk musim dingin yang panjang,” katanya seperti dikutip dari Reuters via Kontan.co.id, Rabu (18/5/2020).

Menurutnya, imbas kebijakan pencegahan Covid-19 memukul lini jasa utama pengantaran orang. Hal itu tak setimpal dengan kenaikan lini jasa lainnya.

Baca juga: Terdampak Corona, Grab Tawarkan Cuti Tanpa Gaji hingga Pengurangan Jam Kerja

Hal ini juga berimbas dengan driver Grab di Indonesia. Grab merubah skema bonus atau insentif bagi mitranya, imbasnya 45 Komunitas driver Grab Malang Raya melakukan offbid massal atau berhenti beroperasi mulai tanggal 18 hingga 22 mei 2020.

Pengemudi Grab di Malang Raya mengakui mengalami penurunan pendapatan. Ini terjadi sejaknya manajemen Grab mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan insentif pada mitra karena menurunnya orderan.

Salah satu driver Grab di Kota Malang, Moch Zainul Anwar mengatakan kebijakan itu diambil manajemen Grab karena sudah mulai banyaknya usaha-usaha yang tutup akibat pandemi Covid-19. Sehingga itu berdampak pada sepinya orderan Grab.

Zainul mengaku, sebelum ada kebijakan ini, setiap driver jika bisa memenuhi target berlian 350 bisa mendapatkan insentif sebesar Rp 155 ribu. Setelah adanya kebijakan jumlah berlian yang dihasilkan dikalikan Rp 100. "Sangat jauh menurun. Ini memang sangat berpengaruh ke pendapatan kami," ujarnya.

Sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Malang Raya, orderan Grab semakin terpuruk. Zainul hanya berharap pandemi ini segera berakhir dan semua kembali normal seperti sediakala.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co,id dengan judul: Bisnis Grab melorot karena corona, insentif driver dikurangi

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X