Kekayaan Jack Ma Lenyap Rp 22 Triliun, Mengapa?

Kompas.com - 25/05/2020, 14:25 WIB
CEO Alibaba Group Jack Ma (tengah) menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).  ANTARA FOTO/INASGOC/WahyudinCEO Alibaba Group Jack Ma (tengah) menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).

NEW YORK, KOMPAS.com - Harta kekayaan pendiri Alibaba Jack Ma lenyap sekira 1,5 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 22 triliun (kurs Rp 14.726 per dollar AS) dalam sehari. Ini disebabkan merosotnya harga saham Alibaba.

Dilansir dari Forbes, Senin (25/5/2020), harga saham Alibaba merosot di bursa saham New York akhir pekan lalu. Akhirnya, kekayaan Ma pun terkikis.

Saham Alibaba anjlok 5,9 persen menjadi 199,7 dollar AS setelah Alibaba melaporkan laba bersih merosot 89 persen pada periode tiga bulan pertama hingga 31 Maret 2020. Laba bersih Alibaba tercatat sebesar 447 juta dollar AS.

Baca juga: Jack Ma Resmi Mengundurkan Diri, Ini Tiga Calon Dewan Direksi SoftBank yang Baru

"Penurunan (laba bersih) utamanya disebabkan karena kerugian bersih pada pendapatan investasi, umumnya merefleksikan penurunan harga saham kami, dibandingkan kenaikan (harga saham) pada kuartal yang sama tahun 2019," kata pihak Alibaba.

Harga saham di bursa global terdampak terkait karena virus corona. Pendapatan Alibaba selama pandemi virus corona tercatat naik 22 persen menjadi 16,1 miliar dollar AS.

Kekayaan Ma tercatat sebesar 41,3 miliar dollar AS. Saat ini ia tercatat sebagai orang terkaya ke-22 di dunia dan orang terkaya kedua di China setelah CEO Tencent Ma Huateng.

Baca juga: Berkat PUBG, Bos Tencent Depak Jack Ma dari Orang Terkaya China

Ma mundur dari jabatan pimpinan Alibaba untuk fokus pada kegiatan amal. Ia juga meninggalkan jabatan dewan pimpinan SoftBank Group pada 25 Juni 2020.

SoftBank adalah salah satu investor awal Alibaba. Saat ini, SoftBank memiliki sekira seperempat dari total saham Alibaba.



Sumber Forbes
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X