Bappenas Diminta Jokowi Desain Ulang Sistem Kesehatan Nasional

Kompas.com - 26/05/2020, 21:31 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa. KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIMMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, diminta Presiden Joko Widodo mendesain ulang sistem kesehatan nasional

Hal tersebut diungkapkan Suharso saat Temu Konsultasi Triwulanan Bappenas-Bappeda seluruh Indonesia melalui konferensi virtual, Selasa (26/5/2020).

"Oleh karena itu, kami juga berharap hal yang sama dilakukan oleh daerah karena pada akhirnya, ujung sistem kesehatan nasional ada di daerah”, ujar Suharso Monoarfa.

Baca juga: Stanley Ho, Si Raja Judi Makau Meninggal Dunia

Pada kesempatan itu, Suharso juga memaparkan tiga kriteria dalam penyesuaian Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yaitu syarat epidemiologi yang menjadi syarat mutlak, syarat sistem kesehatan, dan syarat surveilans.

Suharso menekankan tes dalam syarat surveilans adalah hal penting, utamanya terkait peningkatan kapasitas lab sehingga makin banyak masyarakat yang dapat dites. Kekuatan surveilans yang baik dibuktikan dengan peningkatan kapasitas tes.

“Begitu surveilans jalan, sistem kesehatan ditantang. Jika dapat memenuhi hal itu maka epidemiologinya akan mudah dihitung. Epidemiologi menjadi syarat penting karena epidemiologi akan memberikan informasi mengenai sistem kesehatannya yang oke dan surveilans jalan," ujarnya.

Baca juga: Naik Pesawat ke Jakarta Tak Punya SIKM, Siap–siap Karantina di GOR Cengkareng

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata memaparkan, masih terdapat 111 kabupaten/kota di Indonesia masih negatif dari indikasi adanya wabah virus corona (Covid-19).

"Di sisi lain, ada beberapa daerah baru juga, dalam dua, tiga hari terakhir ada 124 kabupaten/kota yang masih hijau, tidak ada kasus Covid-19 ini. Namun, per tadi malam ada 11 tambahan kabupaten/kota, jadi tinggal 111 yang masih hijau. Mudah-mudahan tetap hijau atau tidak ada kasus positif," ucapnya.

Baca juga: Penumpang Pesawat Tujuan Jabodetabek Wajib Miliki SIKM



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X