Ikut Urus Investasi, Luhut: Enggak Ada yang Perlu Diperebutkan...

Kompas.com - 22/06/2020, 13:34 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Senin (22/6/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Senin (22/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membahas kewenangannya di bidang investasi di hadapan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Hal tersebut dia sampaikan saat rapat kerja antara pemerintah dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI saat rapat kerja di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Luhut mengatakan, ia sudah bagi-bagi tugas dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terkait investasi.

"Investasi ini hampir mencakup semua lini. Tapi kami dengan Pak Airlangga pintar, pintar bagi-bagi (tugas). Karena enggak ada yang perlu diperebutkan pekerjaan itu," ujarnya.

Baca juga: Bappenas: Jumlah Tes Covid-19 di Indonesia Sangat Rendah

Meski investasi jadi ranah tanggungjawab dua kementerian koordinator, Luhut mengaku terus berkoordinasi dengan Menko Perekonomian.

"Tapi kami pikir, pembagian pekerjaan antara Pak Airlangga dengan saya sampai hari ini berjalan sangat baik. Jadi Sesmenko juga mengkoordinasikan. Karena berhimpit begini, happy-nya mana silahkan ambil," ucapnya.

Luhut menilai koordinasi yang berjalan baik sangat penting sehingga bidang investasi tidak menjadi rebutan. Hal itu kata dia, sekaligus menghindari tugas antar dua kemenko agar tidak saling tumpang tindih.

Baca juga: Luhut: Bank Dunia Mengapresiasi Pengelolaan Utang Indonesia

Luhut mencontohkan, ia dan Airlangga sepakat sektor Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga jadi tanggung jawab Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

"UMKM ini harusnya tempat Pak Airlangga, tapi tiba-tiba karena tadi Bekraf melaju ke situ (UMKM), akhirnya kami sepakati (di Kemenko Kemaritiman dan Investasi)," katanya.

Baca juga: Mengenal Gobog, Uang yang Berlaku di Era Majapahit



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X