Bappenas: Jumlah Tes Covid-19 di Indonesia Sangat Rendah

Kompas.com - 22/06/2020, 13:12 WIB
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.com/IhsanuddinKepala Bappenas Suharso Monoarfa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan, pandemi virus corona (COvid-19) menjadi alarm bagi Indonesia untuk memerbaiki beberapa asistem kenegaraan, salah satunya sistem kesehatan nasional.

Pasalnya, kualitas sistem kesehatan nasional yang belum memadai tercermin dalam proses pengendalian penularan virus corona (Covid-19) di dalam negeri.

Suharso mengatakan, jika dilihat dari jumlah pemeriksaan Covid-19 per penduduk di Indonesia masih sangat rendah.

Baca juga: Bappenas Diminta Jokowi Desain Ulang Sistem Kesehatan Nasional

"Seharusnya penduduk dites kita hari ini jauh ketinggalan. Harusnya kita saat ini bisa mencapai 30.000 per hari. Orang dites kita per hari ini 11.000 per hari, Presiden bilang paling enggak sampai 20.000 per hari," ujar Suharso ketika melakukan rapat kerja dengan Komis XI DPR RI, Senin (22/6/2020).

Suharso pun mengatakan, seharusnya Indonesia memiliki kapasitas untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 sebanyak 27.000 per hari. Di sisi lain, terjadi kemunduran waktu untuk seseorang bisa mendapatkan hasil tesnya.

Dengan demikian-terjadi masalah terhadap data-data pasien Covid-19 di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini yang mengakibatkan data-data kita, seperti yang terjadi di Jawa Timur, itu mengejutkan kita," ujar Suharso.

Baca juga: Karena Covid-19, Bappenas Lakukan Penyesuaian Draf Pembangunan Berkelanjutan

Suharso pun memaparkan, permasalahan terkait data juga terjadi dalam sistem perlindungan sosial di Indonesia.

Dengan demikian, menurutnya selain untuk sistem kesehatan nasional, reformasi juga perlu dilakukan untuk sistem perlindungan sosial, penanggulangan bencana, hingga ketahanan pangan.

"Karena Covid-19 ini itu sangat diingatkan kalau ada sesuatu yang kita tidak siap atau belum siap atau tidak semputna (dari sistem-sistem tersebut)," jelas Suharso.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.