Karena Covid-19, Bappenas Lakukan Penyesuaian Draf Pembangunan Berkelanjutan

Kompas.com - 15/05/2020, 13:43 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi THINKSTOCKSIlustrasi pertumbuhan ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona (Covid-19) tak hanya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi juga berdampak terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/ SDGs).

Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Kementerian PPN/ Bappenas Arifin Rudiyanto mengatakan, penyebaran virus ini menyebabkan penyesuaian strategi dan upaya mencapai target pembangunan berkelanjutan.

“Sebelumnya, kita sudah mempersiapkan rencana pelaksanaan SDGs pada 2020 hingga 2030, namun waktu itu kita tidak menyangka akan ada pandemi Covid-19 sehingga perlu draf baru untuk mengubah rencana pelaksanaan SDGs di Indonesia,” katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (15/5/2020).

Baca juga: Bappenas: Kita Sedang Menghadapi Tantangan Terberat Setelah Krisis 1998

Menghadapi perubahan ini, Kementerian PPN/Bappenas sedang mempersiapkan draf Rencana Aksi Nasional (RAN) 2020–2024 yang mencakup aksi untuk mencapai tujuan TPB/SDGs pasca pandemi Covid-19.

Tidak hanya itu, Kementerian PPN/Bappenas sudah mempersiapkan solusi sebagai skenario dalam jangka pendek, menengah, dan panjang untuk implementasi TPB/SDGs.

Langkah antisipatif terus dilakukan sebagai mitigasi atas terdampaknya sejumlah target TPB/SDGs akibat pandemi Covid-19, seperti menargetkan tanpa kemiskinan karena pandemi ini menurunkan pendapatan kelompok rentan dan miskin.

Lebih lanjut, Arifin mengatakan, kelompok menengah juga memerlukan bantuan agar tidak turun menjadi kelompok miskin. Target SDGs tanpa kelaparan juga terdampak karena logistik pangan terganggu akibat PSBB serta akses terhadap pangan menurun akibat PHK.

Selanjutnya, target SDGs kehidupan sehat dan sejahtera yang menyasar sektor kesehatan juga perlu pembenahan baik dari segi akses, pelayanan, dan alat kesehatan.

 

Baca juga: Bappenas: RI Akan Diperlakukan Seperti Negara Maju

“Ke depan, kita mempersiapkan dengan reformasi kesehatan nasional. Jadi, kita bisa mengantisipasi kalau ada pandemi lagi kita bisa menanganinya,” ujar Arifin.

Arifin memprediksikan laju pertumbuhan Indonesia diperkirakan akan turun akibat turunnya pertumbuhan sektor industri. Dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan akan turun menjadi 2,3 persen.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X