Buwas Desak Pedagang Gula Wajib Jual Gula Harga Sesuai HET

Kompas.com - 15/05/2020, 12:56 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Kebijakan Stimulus ke-2 Dampak COVID-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Dalam Rakor tersebut dihasilkan beberapa hal salah satunya mencangkup PPH Pasal 21 yang akan ditanggung Pemerintah untuk industri. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJADirektur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Kebijakan Stimulus ke-2 Dampak COVID-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Dalam Rakor tersebut dihasilkan beberapa hal salah satunya mencangkup PPH Pasal 21 yang akan ditanggung Pemerintah untuk industri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) kembali melakukan kegiatan stabilisasi harga gula secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan pasokan pangan tersebut.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, kegiatan stabilisasi harga ini dilakukan dengan menggandeng para pedagang pasar. Tujuannya menjamin harga gula nasional stabil hingga ke tingkat konsumen

“Kami optimistis bahwa harga gula bisa kembali ke HET (Harga Eceran Tertinggi). Setiap pedagang nanti kita mintakan surat pernyataannya untuk menjual maksimal seharga HET Rp 12.500 per kilogram dan jika ada yang melanggar kita akan laporkan kepada Satgas Pangan," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (15/5/2020).

Baca juga: Jokowi Geram Harga Gula Naik Gila-gilaan, Ulah Mafia?

Sebagaimana diketahui, harga gula pasir di tingkat konsumen sejak menjelang bulan Ramadan hingga saat ini mencapai Rp 19.000 per kg, sehingga perlu intervensi pemerintah.

Dengan stok yang ada, Perum Bulog sangat optimis dapat menekan harga gula kembali ke HET Rp 12.500 per kg. 

“Saya sudah instruksikan seluruh jajaran Bulog di seluruh Indonesia bahwa kita akan memberikan harga gula senilai Rp 11.000 per kilogram ke pedagang, kemudian pedagang akan menjual maksimal seharga HET Rp 12.500 per kilogram ke konsumen," katanya.

Selain itu, keamanan jumlah stok beras yang tersebar di seluruh wilayah kerja Perum Bulog hingga saat ini mencapai 1,4 juta ton.

Bulog juga terus melakukan pengadaan dalam negeri berupa gabah dan beras dari petani yang saat ini sedang panen raya. Hingga pertengahan Mei ini serapan Bulog sudah mencapai 290.000 ton.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa curiga dengan harga gula pasir yang tak kunjung turun, padahal impor gula sudah dilakukan. Dia menduga ada oknum atau mafia pangan yang berupaya memainkan harga demi mendapatkan keuntungan.

Pada ratas di Istana Negara, Presiden Jokowi geram harga gula pasir saat ini mencapai Rp 17.000 hingga Rp 17.500 per kilogram. Padahal, harga eceran tertinggi sudah ditetapkan pemerintah di level Rp 12.500 per kilogram.

Jokowi juga mencurigai adanya permainan harga di pasaran. Untuk itu, Presiden meminta kementerian terkait untuk mencari tahu penyebab tingginya harga dua komoditas tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X