Ada Pandemi Covid-19, Profesi Driver Ojek Online Masih Diminati

Kompas.com - 25/06/2020, 13:51 WIB
Ilustrasi ojek online, tarif baru ojek online ShutterstockIlustrasi ojek online, tarif baru ojek online

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19, sempat mengakibatkan pengemudi alias driver ojek online ( ojol) tidak dapat beroperasi penuh akibat adanya peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Akibatnya, pendapatan mayoritas driver mengalami penurunan signifikan.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan bagaimana animo profesi driver ojol ke depannya.

Baca juga: Bikin Bingung, Beda Pendapat Kemenkes dan Kemenhub Soal Ojek Online Bawa Penumpang

Hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang dilakukan kepada mitra aplikasi transportasi online Grab menyebutkan, mayoritas driver ojol masih akan bertahan setelah pandemi Covid-19 selesai.

Kepala Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri mengatakan, 98 persen driver ojol yang berada di daerah Jakarta dan sekitarnya masih akan menjadikan Grab sebagai sumber pendapatan utama.

Berdasarkan hasil studi tersebut, meski sempat tidak dapat mengangkut penumpang, driver ojol masih mampu menggunakan jasa lain, seperti pengiriman barang dan makanan, sebagai sumber pendapatan.

"Kita melihat pada tingkatan individu mitra- mitra Grab ini merasa masih bisa mengandalkan platform Grab untuk peningkatan kehidupan mereka di masa mendatang. Termasuk ketika new normal di jalanakan, atau ketika era post Covid-19," tuturnya dalam diskusi virtual, Kamis (25/6/2020).

Baca juga: Grab Pasang Partisi, Driver Ojol Kini Bisa Narik Penumpang dengan Aman

Kendati demikian, hasil studi tersebut menunjukan adanya pergeseran tren jasa yang akan dilakukan oleh driver ojol.

Nantinya, mayoritas driver ojol akan lebih bergantung kepada jasa pengiriman makanan dan barang, ketimbang mengangkut penumpang.

"Ada perubahan-perubahan struktur jasa yang biasanya mereka berikan," ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SDA Melimpah, Mengapa Petani Indonesia Sulit untuk Sejahtera?

SDA Melimpah, Mengapa Petani Indonesia Sulit untuk Sejahtera?

Whats New
Sektor Logistik Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi Covid-19

Sektor Logistik Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi Covid-19

Whats New
Pembudidaya Pertanyakan Realisasi Kerja Sama dengan Eksportir Benur

Pembudidaya Pertanyakan Realisasi Kerja Sama dengan Eksportir Benur

Whats New
Soal Isu Peleburan Fungsi OJK ke BI, Ini Kata Juda Agung

Soal Isu Peleburan Fungsi OJK ke BI, Ini Kata Juda Agung

Whats New
Warren Buffett Beli Perusahaan Energi Rp 142 Triliun, Transaksi Terbesar Berkshire Sejak Pandemi

Warren Buffett Beli Perusahaan Energi Rp 142 Triliun, Transaksi Terbesar Berkshire Sejak Pandemi

Whats New
Polemik Kader Gerindra di Pusaran Ekspor Benih Lobster

Polemik Kader Gerindra di Pusaran Ekspor Benih Lobster

Whats New
Wamendag Minta Pengusaha Manfaatkan IA-CEPA untuk Dongkrak Daya Saing

Wamendag Minta Pengusaha Manfaatkan IA-CEPA untuk Dongkrak Daya Saing

Whats New
Kapan Tabungan Perumahan Pensiunan PNS Bisa Cair? Ini Kata Kemenkeu

Kapan Tabungan Perumahan Pensiunan PNS Bisa Cair? Ini Kata Kemenkeu

Whats New
Bos Garuda: Saat ini Penerbangan ke Bali Hanya Diisi 15-20 Penumpang

Bos Garuda: Saat ini Penerbangan ke Bali Hanya Diisi 15-20 Penumpang

Whats New
Uji Kelayakan, Calon Deputi Gubernur BI Paparkan Strategi Penyelamatan Ekonomi

Uji Kelayakan, Calon Deputi Gubernur BI Paparkan Strategi Penyelamatan Ekonomi

Whats New
Protes PNS: Askes Berubah Jadi BPJS Kesehatan, Kualitas Layanan Turun

Protes PNS: Askes Berubah Jadi BPJS Kesehatan, Kualitas Layanan Turun

Whats New
Juni 2020, Cadangan Devisa RI Naik Jadi 131,7 Miliar Dollar AS

Juni 2020, Cadangan Devisa RI Naik Jadi 131,7 Miliar Dollar AS

Whats New
Ini Strategi Produsen Pupuk Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Ini Strategi Produsen Pupuk Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Whats New
Kalung Antivirus Corona, Kementan Bantah 'Overclaim' hingga Akan Uji Klinis

Kalung Antivirus Corona, Kementan Bantah "Overclaim" hingga Akan Uji Klinis

Whats New
200.000 Pensiunan PNS Tak Bisa Cairkan Tabungan Rumahnya, Ini Kata Kemenkeu

200.000 Pensiunan PNS Tak Bisa Cairkan Tabungan Rumahnya, Ini Kata Kemenkeu

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X