Luhut: Memulihkan Ekonomi dan Menyelamatkan Nyawa Bisa Dilakukan Beriringan

Kompas.com - 26/06/2020, 19:59 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers saat Coffee Morning di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Humas Kemenko Maritim dan InvestasiMenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers saat Coffee Morning di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemulihan ekonomi dan penyelamatan nyawa masyarakat kerap dibenturkan di tengah pandemi virus corona (Covid-19). 

Padahal menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, kedua hal tersebut bisa dilakukan secara beriringan.

"Jika saya diminta memilih antara memulihkan ekonomi atau menyelamatkan nyawa masyarakat, saya tidak akan memilih salah satunya. Karena keduanya bisa dilakukan beriringan," ujarnya melalui keterangan Instagram resminya, Jumat (26/6/2020).

Saat ini kata dia, pemerintah sedang berupaya menggerakan ekonomi di tengah pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Dana Proyek Strategis Nasional Tersisa Rp 37 Triliun, Hanya Cukup untuk Biayai 1-2 Tahun

Salah satu contohnya kata Luhut yakni dengan membenahi sektor pariwisata. Pasalnya, pariwisata dinilai penyumbang devisa terbesar negara dan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak.

"Karena itu, sebagai bagian dari pemerintah Indonesia saya berpikir bahwa pemulihan ekonomi nasional memang harus berjalan. Salah satunya melalui revitalisasi sektor pariwisata yang menyumbang pemasukan devisa cukup besar bagi negara serta membuka banyak lapangan kerja bagi warga sekitarnya," katanya.

Luhut mreminta kementerian atau lembaga terkait lebih fokus memperbaiki dan merevitalisasi lima destinasi wisata super prioritas, yaitu Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba, Likupang dan Mandalika.

"Saya ingin agar panorama alam yang sangat luar biasa ini mampu dikelola sebaik-baiknya lewat sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Saya juga memfasilitasi aspirasi desa-desa terkait pengembangan wisata di sekitarnya," katanya.

Baca juga: Luhut: Tidak Ada yang Mampu Ramalkan Kondisi Ekonomi Saat Ini

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X