Inflasi Juni 0,18 Persen, Daging Ayam Ras Jadi Pendongkrak

Kompas.com - 01/07/2020, 12:00 WIB
Kepala BPS Suhariyanto saat memaparkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2019 di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAKepala BPS Suhariyanto saat memaparkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2019 di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi inflasi sebesar 0,18 persen pada Juni 2020 karena adanya perkembangan harga berbagai komoditas yang secara umum mengalami kenaikan tipis.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi pada Juni membuat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) sebesar 1,09 persen, dan inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 1,96 persen.

"Hasil pemantauan BPS di 90 kota IHK, pada Juni 2020 terjadi inflasi 0,18 persen," sebut Suhariyanto dalam konferensi video, Rabu (1/7/2020).

Baca juga: Pengumuman, KA Bandara Soetta Beroperasi Lagi Hari Ini

Suhariyanto merinci, dari 90 kota yang dilakukan survei Indeks Harga Konsumen (IHK), 76 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari 1,33 persen, dan inflasi terendah di Makassar sebesar 0,01 persen.

Sementara deflasi tertinggi berada di Kota Ternate sebesar 0,34 persen, dan terendah di Padang Sidempuan sebesar 0,02 persen.

"Posisi inflasi ini dengan tahun sebelumnya polanya agak berbeda. Di tahun sebelumnya, Ramadhan dan Lebaran jadi puncak inflasi. Tapi tahun ini tidak terjadi karena pandemi Covid-19," ujar pria yang akrab disapa Kecuk ini.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi yang tertinggi. Pada bulan ini, terjadi inflasi 0,47 persen di kelompok tersebut dan memberi andil 0,12 persen.

Baca juga: Aturan Pajak Digital Berlaku, Siap-siap Biaya Langganan Netflix dkk Naik

Komoditas yang dominan memberikan andil kepada inflasi adalah daging ayam ras sebesar 0,14 persen. Kenaikan harga daging ayam ras terjadi di 80 kota IHK. Telur ayam ras juga memberikan andil kepada inflasi sebesar 0,04 persen.

"Sebaliknya, ada beberapa komoditas yang memberikan andil deflasi, yaitu bawang putih (0,04 persen), cabai merah (0,03 persen), dan beberapa bumbu-bumbuan seperti cabai rawit, minyak goreng, gula pasir, masing-masing 0,01 persen," jelas Kecuk.

Selanjutnya, kelompok transportasi terjadi inflasi 0,41 persen dan memberikan andil 0,05 persen. Komponen yang dominan memberikan andil adalah kenaikan tarif angkutan udara (0,02 persen), kenaikan tarif angkutan antar kota (0,01 persen), dan tarif roda dua online (0,01 persen).

Menurut komponen, penyebab utama inflasu adalah kelompok harga bergejolak (volatile price) sebesar 0,77 persen yang memberikan sumbangan sekitar 0,13 persen.

"Sedangkan harga yang diatur pemerintah terjadu inflasi 0,22 persen dan memberikan andil 0,04 persen. Ada tarif angkutan udara sebesar 0,02 persen, tarif angkutan antar kota 0,01 persen, dan kendaraan roda dua online 0,01 persen," pungkas Kecuk.

Baca juga: Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik Mulai Hari Ini

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X