Luhut Ingin Industri Kecil Menengah Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Kompas.com - 01/07/2020, 18:14 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ketika mengadakan rapat koordinasi virtual bersama kementerian dan lembaga terkait jelang era normal baru, Jakarta, Rabu (3/6/2020). Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ketika mengadakan rapat koordinasi virtual bersama kementerian dan lembaga terkait jelang era normal baru, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan agar produk industri kecil menengah ( IKM) Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Oleh sebab itu, dia mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan produk dalam negeri. Hal ini disuarakan melalui kampanye 'Semuanya Ada Disini' yang merupakan bagian dari gerakan 'Bangga Buatan Indonesia'.

"Saya kira kampanye ini penting. Mari kita semua kompak kumandangkan semangat kebangsaan dengan bangga beli produk-produk IKM, jadikan IKM sebagai tuan rumah di negeri sendiri," katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/7/2020).

Baca juga: Dorong IKM, Kemenperin Fokus Anggaran Dekonsentrasi

Luhut bilang, di tengah masa pandemi seluruh industri terdampak, termasuk IKM. Ini memang menjadi tantangan, tapi sekaligus momentum bagi Indonesia untuk melakukan perubahan di berbagai bidang yang membawa perbaikan dan persatuan. 

Perubahan itu salah satunya dilakukan dengan meningkatkan belanja produk dalam negeri. Sehingga perekonomian dalam negeri pun bergerak, mengingat konsumsi masyarakat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi.

"Kita harus jaga konsumsi domestik yang jadi pilar utama dalamp pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama melalui konsumsi produk-produk IKM," kata Luhut.

Ia mengatakan, seiring dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan produk dalam negeri, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas produk IKM.

Baca juga: Kemenperin Usul Sektor IKM Diberi Pinjaman Rp 22 Triliun

Hal ini dilakukan dengan memberikan pelatihan bagi para pelaku IKM, seperti pengembangan kemasan produk, standardisasi, fasilitas perizinan, hingga peningkatan kekayaan intelektual. Kegiatan ini menggandeng perguruan tinggi hingga sejumlah e-commerce kenamaan di Indonesia.

Sehingga, diharapkan semakin banyak IKM yang merambah pemasaran berbasis digital, terutama di tengah masa pandemi.

Pemerintah menargetkan melalui gerakan ini sebanyak 2 juta UMKM bisa masuk ke ekosistem digital. Hingga Juni 2020 tercatat sudah 600.000UMKM yang tergabung dalam penjualan berbasis online.

"Gerakan ini untuk mengakselerasi ekonomi, menjadi sarana pemerataan peertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia, sekaligus menunjukkan keberpihakan kita bagi produk-produk buatan anak bangsa," pungkas Luhut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X