Luhut Ingin Industri Kecil Menengah Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Kompas.com - 01/07/2020, 18:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan agar produk industri kecil menengah (IKM) Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Oleh sebab itu, dia mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan produk dalam negeri. Hal ini disuarakan melalui kampanye 'Semuanya Ada Disini' yang merupakan bagian dari gerakan 'Bangga Buatan Indonesia'.

"Saya kira kampanye ini penting. Mari kita semua kompak kumandangkan semangat kebangsaan dengan bangga beli produk-produk IKM, jadikan IKM sebagai tuan rumah di negeri sendiri," katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/7/2020).

Baca juga: Dorong IKM, Kemenperin Fokus Anggaran Dekonsentrasi

Luhut bilang, di tengah masa pandemi seluruh industri terdampak, termasuk IKM. Ini memang menjadi tantangan, tapi sekaligus momentum bagi Indonesia untuk melakukan perubahan di berbagai bidang yang membawa perbaikan dan persatuan. 

Perubahan itu salah satunya dilakukan dengan meningkatkan belanja produk dalam negeri. Sehingga perekonomian dalam negeri pun bergerak, mengingat konsumsi masyarakat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi.

"Kita harus jaga konsumsi domestik yang jadi pilar utama dalamp pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama melalui konsumsi produk-produk IKM," kata Luhut.

Ia mengatakan, seiring dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan produk dalam negeri, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas produk IKM.

Baca juga: Kemenperin Usul Sektor IKM Diberi Pinjaman Rp 22 Triliun

Hal ini dilakukan dengan memberikan pelatihan bagi para pelaku IKM, seperti pengembangan kemasan produk, standardisasi, fasilitas perizinan, hingga peningkatan kekayaan intelektual. Kegiatan ini menggandeng perguruan tinggi hingga sejumlah e-commerce kenamaan di Indonesia.

Sehingga, diharapkan semakin banyak IKM yang merambah pemasaran berbasis digital, terutama di tengah masa pandemi.

Pemerintah menargetkan melalui gerakan ini sebanyak 2 juta UMKM bisa masuk ke ekosistem digital. Hingga Juni 2020 tercatat sudah 600.000UMKM yang tergabung dalam penjualan berbasis online.

"Gerakan ini untuk mengakselerasi ekonomi, menjadi sarana pemerataan peertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia, sekaligus menunjukkan keberpihakan kita bagi produk-produk buatan anak bangsa," pungkas Luhut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudah, Begini Cara Mendapatkan Voucher Gratis Ongkir di Shopee

Mudah, Begini Cara Mendapatkan Voucher Gratis Ongkir di Shopee

Spend Smart
Analis: Rebound Saham GOTO Jadi Sebab IHSG Menghijau

Analis: Rebound Saham GOTO Jadi Sebab IHSG Menghijau

Whats New
Teknologi Ini Diyakini Bisa Mengurangi Tingkat Perputaran Karyawan

Teknologi Ini Diyakini Bisa Mengurangi Tingkat Perputaran Karyawan

Whats New
AP I Gandeng Blue Bird Hadirkan Taksi Listrik di Bandara Ahmad Yani Semarang

AP I Gandeng Blue Bird Hadirkan Taksi Listrik di Bandara Ahmad Yani Semarang

Rilis
Syarat Perjalanan DIlonggarkan, Jumlah Penumpang di Bandara AP I Diprediksi Capai 175.000 Per Hari

Syarat Perjalanan DIlonggarkan, Jumlah Penumpang di Bandara AP I Diprediksi Capai 175.000 Per Hari

Whats New
Keran Ekspor Minyak Goreng Kembali Dibuka, Kemendag Cabut Permendag 22 Tahun 2022

Keran Ekspor Minyak Goreng Kembali Dibuka, Kemendag Cabut Permendag 22 Tahun 2022

Whats New
Akuisisi Rampung, Bank Mayora Jadi 'Senjata' BNI dalam Persaingan Bank Digital

Akuisisi Rampung, Bank Mayora Jadi "Senjata" BNI dalam Persaingan Bank Digital

Whats New
LPS Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Syaratnya

LPS Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Syaratnya

Work Smart
Justika: Aksesibilitas Bantuan Hukum Inklusif Masyarakat Indonesia

Justika: Aksesibilitas Bantuan Hukum Inklusif Masyarakat Indonesia

Whats New
Tangani Masalah Sampah yang Tak Kunjung Usai, Ini Upaya yang Dilakukan Pemerintah

Tangani Masalah Sampah yang Tak Kunjung Usai, Ini Upaya yang Dilakukan Pemerintah

Whats New
IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat di Akhir Pekan

IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat di Akhir Pekan

Whats New
Siap-siap, BUMN Bakal Tambah 2.300 Lowongan Kerja

Siap-siap, BUMN Bakal Tambah 2.300 Lowongan Kerja

Work Smart
Tantangan Penerapan Edge Computing dan Strategi Perusahaan dalam Transisi Digital

Tantangan Penerapan Edge Computing dan Strategi Perusahaan dalam Transisi Digital

Rilis
Kemenperin Percepat Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Kemenperin Percepat Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Whats New
Aturan Baru OJK, Debt Collector Lakukan Pengancaman dan Kekerasan Fisik Bisa Masuk Delik Pidana Umum

Aturan Baru OJK, Debt Collector Lakukan Pengancaman dan Kekerasan Fisik Bisa Masuk Delik Pidana Umum

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.