Kepala Bappenas Sebut Ada Pejabat Eselon I yang Dapat Bansos

Kompas.com - 01/07/2020, 19:41 WIB
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.com/IhsanuddinKepala Bappenas Suharso Monoarfa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengakui praktik penyaluran bantuan sosial ( bansos) oleh pemerintah yang tak tepat sasaran.

Bahkan, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyatakan, banyak orang-orang yang tinggal di rumah gedongan Jakarta yang dipaksa menerima bansos.

Selain itu, dia juga mengatakan, ada pejabat eselon I di kantornya yang masuk di dalam daftar penerima bansos.

Baca juga: Sri Mulyani Usul Pelaksanaan Program Bansos dan Subsidi Digabung

"Kita tau misalnya orang-orang yang mampu rumahnya gedongan di Jakarta tapi dipaksa untuk menerima. Bahkan di kantor saya eselon I dapat," ujar Suharso ketika melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (1/7/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran tersebut disebabkan lantaran bansos masih menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang belum diperbarui.

Dirinya pun tak menyalahkan Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai penanggung jawab sekaligus pihak yang mengelola DTKS.

"Ya mungkin dipakai data yang lama bukan Kemensos yang salah bukan dia yang salah. Waktu pemutakhiran tahun berapa," ujar dia.

Baca juga: Ada Temuan Beras Bansos Tak Layak Konsumsi, Apa Kata Buwas?

Sebelumnya, Menteri Sosial Juliari Batubara menjelaskan dari 514 kabupaten atau kota yang ada di Indonesia, terapat 92 daerah yang tidak pernah melakukan verifikasi dan validasi DTKS sejak tahun 2015.

Sementara sebanyak 319 lainnya melakukan pembaruan data sebesar 50 persen, dan sebanyak 103 kabupaten kota melakukan pembaruan data lebih dari 50 persen.

Untuk diketahui, DTKS merupakan big data yang digunakan oleh pemerintah yang digunakan untuk menyalurkan bantuan sosial atau program-program lain terkait pengentasan kemiskinan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X