Ada Pandemi Covid-19, Muatan Barang Pelni Meroket 300 Persen

Kompas.com - 03/07/2020, 12:33 WIB
Ilustrasi kapal barang. SHUTTERSTOCKIlustrasi kapal barang.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mencatatkan kenaikan pada volume muatan kontainer yang diangkut dengan kapal barang sepanjang semester I tahun 2020.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan, pada paruh pertama tahun ini, kapal barang telah mengangkut muatan kontainer sebesar 2.869 TEUs, meningkat hampir 300 persen dari periode yang sama tahun lalu.

"Dibandingkan dengan semester I-2019, kinerja pada kapal barang naik nyaris 300 persen atau naik dari 941 TEUs di semester I-2019 menjadi 2.869 TEUs di semester I-2020," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2020).

Baca juga: New Normal, Pelni Siap Terapkan Jam Kerja Fleksibel untuk Karyawan

Lebih lanjut, Yahya menjelaskan, tahun ini pihaknya diberi penugasan untuk mengelola 8 trayek. Sebanyak 3 trayek menjadi penyumbang utama peningkatan volume angkutan muatan tersebut.

Pertama, trayek T-10 yang dioperasikan oleh KM Logistik Nusantara 6, trayek T-15 yang dioperasikan oleh KM Logistik Nusantara 3, dan trayek H-1 yang dioperasikan oleh KM Logistik Nusantara 1.

"Ketiga trayek tersebut membawa total muatan sebesar 1.819 TEUs, atau berkontribusi sebesar 63,40 persen dari total muatan," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yahya menilai, 5 trayek lainnya masih memiliki potensi untuk menambah muatan, seperti trayek T-5, T-13, T-14, T-3, serta trayek T-1.

Bukan hanya volume muatan kontainer, Pelni mencatat kenaikan juga dialami pada pengangkutan kendaraan sepanjang semester I-2020, meski pada 3 bulan terakhir terjadi penurunan muatan.

"Pada semester ini terjadi peningkatan sebesar 4 persen dibandingkan semester 1-2019, yakni dari 3.536 unit menjadi 3.681 unit," ujar dia.

Baca juga: Kemenhub Gandeng Pelni untuk Jamin Pasokan Daging Sapi

Hal yang sama juga terjadi pada layanan angkutan end to end, Redpack, yang mengalami peningkatan 110 persen dibandingkan semester I-2019, yakni dari 74.569 kg per m3 menjadi 156.884 kg per m3 pada semester I-2020.

"Manajemen berharap dengan mulai dibukanya beberapa pelabuhan sebagai akses masuk keluarnya masyarakat dan muatan dapat meningkatkan performa perusahaan di semester yang akan datang, seperti dengan membuka peluang kerja sama dengan berbagai BUMN, perusahaan swasta maupun instansi lainnya," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Whats New
Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Whats New
Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Rilis
ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

Whats New
Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Whats New
Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Rilis
 IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

Whats New
Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Whats New
Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Whats New
ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

Whats New
Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Whats New
Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Whats New
Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Whats New
Likuiditas Melimpah hingga Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, BI Minta Bank Salurkan Kredit

Likuiditas Melimpah hingga Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah, BI Minta Bank Salurkan Kredit

Whats New
Berdikari Datangkan Gandum untuk  Stabilisasi Harga Pakan

Berdikari Datangkan Gandum untuk Stabilisasi Harga Pakan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.