SKK Migas Kirimi "Surat Cinta" ke Anak Usaha Pertamina yang Tak Capai Target Lifting

Kompas.com - 17/07/2020, 20:09 WIB
Kepala SKK Migas yang juga Dwi Soetjipto  usai membuka Joint Convention Yogyakarta 2019 di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOKepala SKK Migas yang juga Dwi Soetjipto  usai membuka Joint Convention Yogyakarta 2019 di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta, Selasa (26/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas (SKK Migas) melaporkan, masih terdapat Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang produksi migasnya tidak mencapai target APBN sepanjang paruh pertama tahun ini.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, dari 15 KKKS besar nasional, 9 diantaranya tidak mencapai target produksi minyak yang tercantum dalam APBN. Di mana, 5 di antaranya merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero).

"Yaitu Pertamina EP, Pertamina Hulu Energi Oses, kemudian Medco Natuna, kemudian Petronas Carigal, kemudian Pertamina Hulu Kalimantan Timur, BOB Bumi Siak Pako dan Pertamina Hulu, Medco Rimau, JOB Pertamina Medco Tomori, dan Conocophillips, ini adalah untuk minyak," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (17/7/2020).

Baca juga: SKK Migas Beri Kontraktor Penundaan Pembayaran Dana ASR

Sementara itu, untuk produksi gas, tercatat dari 15 KKKS besar, 13 diantaranya tidak mencapai target produksi APBN. Dari 13 KKKS tersebut, 5 diantaranya merupakan anak usaha Pertamina.

Dwi memastikan, pihaknya sudah memberikan surat peringatan kepada seluruh KKKS yang realisasi produksinya tidak mencapai target.

"Untuk KKKS yang rapornya merah, itu setiap bulan kita review dan kemudian yang rapor merah kita kirimi surat, kita kirimi surat cinta kepada yang merah-merah," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, mantan Direktur Utama Pertamina itu menyebutkan, pihaknya sudah meminta keterangan terkait penyebab melesetnya target produksi migas.

Tidak suksesnya kegiatan pengeboran atau drilling disebut sebagai salah satu alasan utama melesetnya produksi migas KKKS.

"Misal dari grup Pertamina, Pertamina EP untuk gas karena low demand gas dan poduksi kondesat akibat 2020 tadi, ini yang posisinya saat ini juga termasuk di Donggi Matindok, serta adanya keajadian CPP Gundih yang terbakar," kata dia.

Hampir serupa dengan Pertamina EP, Pertamina Hulu Energi Jambi Merang juga mengaku mengalami penurunan penyerapan gas, akibat menurunnya permintaan PGN Batam dan PGN SSWJ.

"Untuk yang BOB dengan Pertamina Hulu ini ada 12 sumur direncakana onstream di akhir 2019, tapi tidak terlaksana. Juga produksi sumur tidak sesuai ekspektasi, adanya unplanned shutdown sebagainya. Mostly seperti itu," ucap Dwi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Usulan Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal, Ini Kata Pengelola Pusat Belanja

Soal Usulan Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal, Ini Kata Pengelola Pusat Belanja

Whats New
KSP Sahabat Mitra Sejati Berikan Pembiayaan dan Pendampingan untuk UMKM

KSP Sahabat Mitra Sejati Berikan Pembiayaan dan Pendampingan untuk UMKM

Whats New
Realisasi Investasi Semester I-2021 Rp 442,8 Triliun, Baru 49,2 Persen dari Target

Realisasi Investasi Semester I-2021 Rp 442,8 Triliun, Baru 49,2 Persen dari Target

Whats New
Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 3 Persen pada 2021, Ekspor Jadi Penopang

Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 3 Persen pada 2021, Ekspor Jadi Penopang

Whats New
BPPT Jalankan 'Pilot Plan' untuk Bantu Kembangan Energi Baru Terbarukan di RI

BPPT Jalankan "Pilot Plan" untuk Bantu Kembangan Energi Baru Terbarukan di RI

Rilis
Pendaftaran Prakerja Gelombang 18 Kapan Dibuka? Ini Bocorannya

Pendaftaran Prakerja Gelombang 18 Kapan Dibuka? Ini Bocorannya

Whats New
Sektor Pariwisata dan Transportasi Bakal Diguyur Insentif Modal Kerja

Sektor Pariwisata dan Transportasi Bakal Diguyur Insentif Modal Kerja

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Jepang Layak sebagai Tuan Rumah Olimpiade hingga Impian Disabilitas Semakin Didengar Dunia

[KURASI KOMPASIANA] Jepang Layak sebagai Tuan Rumah Olimpiade hingga Impian Disabilitas Semakin Didengar Dunia

Rilis
Realisasi Investasi Kuartal II-2021 Capai Rp 223 Triliun

Realisasi Investasi Kuartal II-2021 Capai Rp 223 Triliun

Whats New
OJK Yakin Pembentukan Klaster Pertanian Bisa Genjot Penyaluran KUR

OJK Yakin Pembentukan Klaster Pertanian Bisa Genjot Penyaluran KUR

Whats New
470.504 Pelamar CPNS dan PPPK Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat

470.504 Pelamar CPNS dan PPPK Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat

Whats New
RI-Jepang Kembangkan SDM Industri Otomotif Era Industri 4.0 di Tanah Air

RI-Jepang Kembangkan SDM Industri Otomotif Era Industri 4.0 di Tanah Air

Whats New
PPKM Level 4 Diperpanjang, Petani dan Pemilik Komoditas Tetap Bisa Registrasi Resi Gudang

PPKM Level 4 Diperpanjang, Petani dan Pemilik Komoditas Tetap Bisa Registrasi Resi Gudang

Whats New
Pelamar CPNS dan PPPK 2021 Tembus 4,5 Juta Orang

Pelamar CPNS dan PPPK 2021 Tembus 4,5 Juta Orang

Whats New
Lewat Ajaib, Investor Ritel Mulai Booking Saham IPO Bukalapak

Lewat Ajaib, Investor Ritel Mulai Booking Saham IPO Bukalapak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X