Bahlil: Singapura Resesi, Tak Pengaruh ke Investasi Indonesia

Kompas.com - 22/07/2020, 14:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja realisasi investasi langsung asing (Penanaman Modal Asing/PMA) di Indonesia sepanjang kuartal II-2020 masih didominasi oleh Singapura. Pada periode ini, inevstasi Singapura mencapai 28,8 persen dari total PMA.

Padahal, negara tersebut sedang mengalami resesi ekonomi, setelah pertumbuhan ekonominya mengalami kontraksi di kedua kuartal. Pada kuartal II-2020 pertumbuhan ekonomi Singapura terkontraksi 41,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, dampak resesi ekonomi Singapura tidak memberikan pengaruh signifikan pada investasi negara tersebut ke Indonesia. Sebab, Singapura merupakan negara financial trade, sehingga memiliki postur ekonomi yang berbeda dengan Indonesia.

"Postur ekonomi Singapura lebih didorong oleh arus barang masuk dan manusia dan ekonomi mereka didorong oleh ekspor, impor dan pariwisata,” kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/7/2020). 

Baca juga: Indonesia Terancam Resesi, PHK dan Kemiskinan Bakal Meningkat

Di sisi lain, dana yang berasal dari Singapura mayoritas bukanlah berasal dari negara tersebut melainkan dari negara lain. Lantaran, Singapura merupakan hub bagi investasi dari negara lain yang masuk menuju Indonesia.

Oleh sebab itu kata Bahlil, tidak ada pengaruh signifikan dari resesi Singapura terhadap investasi di Indonesia, karena investasi dari negara tersebut juga sudah berjalan saat ini.

“Singapura adalah jalur penghubung, bagi berbagai negara yang mau merealisasikan investasinya ke Indonesia lewat Singapura. Jadi enggak mungkin investasi 20, 30 persen mandek karena adanya persoalan Singapura. Saya yakin tetap jalan, buktinya meskipun ekonomi Singapura sudah minus tetap paten realisasinya ke kita, ” papar Bahlil.

Adapun sepanjang kuartal II-2020 realisasi PMA tercatat sebesar Rp 97,6 triliun menyumbang 50,9 persen dari total investasi yang sebesar Rp 191,9 triliun.

Secara rinci, lima negara dengan nilai PMA tertinggi yakni Singapura senilai 2 miliar dollar AS dengan porsi 28,8 persen total PMA. Investasinya tersebar di 3.680 proyek yang ada di Indonesia.

Baca juga: Menurut BI, Ini 4 Kunci Ampuh agar Indonesia Terhindar dari Resesi

Hong Kong senilai 1,2 miliar dollar AS dengan porsi 17,2 persen, yang investasinya tersebar di 725 proyek. China senilai 1,1 miliar dollar AS dengan porsi 18,8 persen, dan investasinya tersebar di 722 proyek.

Kemudian Jepang senilai 600 juta dollar AS dengan porsi 9 persen serta investasi di 2.480 proyek. Korea Selatan senilai 600 juta dollar AS dengan porsi 8,1 persen, yang investasinya berada di 1.495 proyek.

"Pada realisasi kuartal I-2020 yang masuk 5 besar itu ada Malaysia, tapi sekarang digeser dengan Korea Selatan," kata Bahlil.

Baca juga: Hindari Dampak Buruk Resesi, Apa yang Bisa Dilakukan Masyarakat?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Rilis
Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Rilis
Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Whats New
Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Whats New
23 UKM Terpilih Jadi Penyedia Official Merchandise G20, Bagaimana Kurasinya?

23 UKM Terpilih Jadi Penyedia Official Merchandise G20, Bagaimana Kurasinya?

Whats New
Luhut Minta PLN Pastikan Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan Saat KTT G20 di Bali

Luhut Minta PLN Pastikan Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan Saat KTT G20 di Bali

Whats New
Wings Group Bantah Ada Kandungan Etilen Oksida Dalam Mie Sedaap

Wings Group Bantah Ada Kandungan Etilen Oksida Dalam Mie Sedaap

Whats New
Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di 5 Persen

Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di 5 Persen

Whats New
Erick Thohir: Penugasan-penugasan di BUMN itu 'Tends to Corrupt...'

Erick Thohir: Penugasan-penugasan di BUMN itu "Tends to Corrupt..."

Whats New
Buka WCCE 2022, Jokowi Bertemu Pelaku UMKM Bali yang Tembus Ekspor

Buka WCCE 2022, Jokowi Bertemu Pelaku UMKM Bali yang Tembus Ekspor

Whats New
BI Catat Ada Kesepakatan Bisnis Rp 9,43 Triliun di FESyar 2022

BI Catat Ada Kesepakatan Bisnis Rp 9,43 Triliun di FESyar 2022

Whats New
Pramono Anung Sentil Menteri PANRB Baru Segera Isi Jabatan Pimpinan Tinggi yang Kosong

Pramono Anung Sentil Menteri PANRB Baru Segera Isi Jabatan Pimpinan Tinggi yang Kosong

Whats New
TransNusa Buka Penerbangan Jakarta-Yogyakarta-Bali, Ada Diskon Tiket 25 Persen

TransNusa Buka Penerbangan Jakarta-Yogyakarta-Bali, Ada Diskon Tiket 25 Persen

Rilis
Daftar 23 UKM Penyedia Official Merchandise G20 Indonesia

Daftar 23 UKM Penyedia Official Merchandise G20 Indonesia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.