Menkop Prioritaskan Koperasi Pangan, Ini Alasannya

Kompas.com - 27/07/2020, 18:02 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (17/3/2020). DOKUMENTASI Humas Kemenkop UKM Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (17/3/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM ( Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan pihaknya sedang menggenjot pertumbuhan dan pengembangan koperasi yang berada di sektor pangan. Bahkan koperasi pangan pun menjadi salah satu prioritas khusus yang akan dikembangkan dalam tahap dekat ini.

" Koperasi pangan adalah prioritas kami, ambisi kami adalah supaya ada koperasi di sektor riil dan ini bisa menjadi role model ke depannya," ujarnya dalam diskusi virtual, Senin (27/7/2020).

Teten mengungkapkan alasan pemerintah ingin sekali mengembangkan koperasi pangan adalah karena sektor pangan memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB). Ia menyebutkan kontribusi sektor pangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 13 persen.

Baca juga: Lelang Rumah di Depok, Harga Mulai Rp 250 Juta

Selain itu juga, sektor pangan juga memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi.

"Sektor pangan memiliki daya serap kerja yang cukup besar yaitu sebesar 49,04 persen. Saya kira ini cukup besar dan bisa menjadi peluang," katanya.

Di sisi lain kata dia, Organisasi Pangan dan Pertanian dunia (FAO) juga sudah mengingatkan akan terjadinya krisis pangan di beberapa negara.

Saat ini ucapnya, ada sebanyak 123.048 unit koperasi pangan di Indonesia. Masing-masing koperasi tersebut memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Namun yang menjadi problem adalah masalah keterbatasan akses lahan, pembiayaan dan akses pasar.

Teten mengatakan, ia dan Menteri Pertanian sudah memiliki rencana untuk mengembangkan koperasi pangan. Bahkan pihaknya pun mengaku sudah memiliki rencana kerja dengan Perhutani di Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur sebanyak 5 sampai 10 pilot project yang akan dikembangkan dalam waktu dekat ini.

"Kami juga akan mengajak Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk terlibat dalam project ini, karena saya kira kita membutuhkan advertise di teknologi budidayanya dan kami sudah dalam tahap mapping lahan sekarang," kata dia.

Baca juga: Libur Idul Adha, KAI Beri Diskon Harga Tiket KA Argo Bromo Anggrek



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X