Dirut PLN Beberkan Strategi Genjot Pembangunan Pembangkit EBT

Kompas.com - 12/08/2020, 18:45 WIB
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini (kedua dari kanan) di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (23/12/2019). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Utama PLN Zulkifli Zaini (kedua dari kanan) di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (23/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) tengah fokus menggenjot rasio energi baru terbarukan ( EBT). Pasalnya, dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RPJPP), PLN menargetkan kapasitas pembangkit listrik berbasis EBT mencapai 12,8 Giga Watt (GW) pada 2024.

Namun, Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, mengatakan, sampai dengan akhir 2019, realisasi daya pembangkit yang terpasang baru mencapai 7,8 GW. Dengan demikian, masih ada defisit 5 GW untuk dapat mencapai target yang dipasang perseroan pada 2024.

Bahkan, jika mengacu kepada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), defisit kapasitas pembangkit listrik EBT jauh lebih besar.

Baca juga: Rincian Semua Pelanggan PLN yang Mendapat Subsidi Tagihan Listrik

"Untuk tahun 2024, RUPTL menargetkan 16,3 GW, sehingga ada selisih antara RPJPP dan RUPTL sebesar 3,5 GW. Dan tahun 2025 pemerintah sudah mengatakan bahwa kita ingin mencapai 23 persen EBT di tahun 2025," kata Zulkifli, dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (12/8/2020).

Lebih lanjut Zulkifli menyebutkan, untuk menggenjot pembangunan pembangkit listrik EBT, pihaknya fokus terhadap 3 implentasi utama, yakni implementasi RPJPP, pelaksanaan Green Booster, dan pembangunan EBT berskala besar.

Untuk pelaksanaan green booster, PLN akan menggenjot bauran biomassa sebagai pengganti batubara untuk bahan bakar pembangkit listrik diesel.

"Yang kedua dieselisasi. Mengurangi ketergantungan pembangkit diesel. Kita tahu solar itu harus diimpor, sehingga intinya kita mencari sumber energi yang lebih green tetapi juga tidak impor," tuturnya.

Kemudian, PLN juga berencana meningkatkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan memanfaatkan lahan tambang yang sudah tidak digunakan.

"Itu kita akan kita coba gunakan untuk menjadi pembangkit surya, PLTS," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X