Pertumbuhan Ekonomi Minus 7,8 Persen, Jepang Alami Resesi meski Tak Lockdown

Kompas.com - 17/08/2020, 16:17 WIB
Warga memakai masker pelindung berjalan di sebuah distrik pasar lokal di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Tokyo, Jepang, Rabu (13/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/KIM KYUNG-HOONWarga memakai masker pelindung berjalan di sebuah distrik pasar lokal di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Tokyo, Jepang, Rabu (13/5/2020).

TOKYO, KOMPAS.com - Perekonomian Jepang minus 7,8 persen pada kuartal kedua tahun ini.

Dikutip dari The New York Times, Senin (17/8/2020), kinerja perekonomian Jepang pada kuartal II-2020 merupakan yang terburuk sejak pandemi Covid-19 yang menyebabkan berbagai aktivitas terhenti.

Kontraksi pertumbuhan ekonomi yang dialami Jepang terjadi dalam tiga kuartal berturut-turut.

Kontraksi untuk kuartal II tahun ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuartal I yang sebesar 0,6 persen. Adapun jika dihitung secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Jepang sudah minus 2,2 persen.

Baca juga: Sudah 12 Negara yang Kini Alami Resesi

Kontraksi ekonomi dialami Jepang terjadi meski negeri dengan perekonomian terbesar setelah Amerika Serikat dan China tersebut tidak memberlakukan lockdown atau isolasi total.

Perekonomian Jepang sebelumnya telah melemah akibat kenaikan pajak dan kian dibebani oleh perlambatan permintaan dari China serta serangkaian bencana alam yang dialami pada musim gugur yang lalu.

Jepang pun menjadi salah satu negara maju yang mengalami resesi untuk pertama kali setelah pandemi melanda. Pasalnya, pandemi virus corona mengakibatkan penurunan ekspor serta merosotnya sektor pariwisata di Negeri Sakura.

"Total dampak pandemi terhadap perekonomian hingga saat ini hampir sama seperti krisis keuangan pada 2008," ujar ekonom Japan Research Institute, Michinori Narusa.

Narusa menjelaskan, ketika krisis keuangan terjadi, proses hingga akhirnya mencapai titik terburuk terjadi secara perlahan. Sementara pada krisis yang diakibatkan oleh pandemi saat ini segala sesuatu terjadi dengan tiba-tiba.

Baca juga: Ini 10 Negara Jatuh Resesi akibat Pandemi, Bagaimana dengan Indonesia?

Namun demikian, perlambatan perekonomian Jepang tidak seburuk Amerika Serikat yang mengalami kontraksi perekonomian hingga 9,5 persen pada kuartal II tahun ini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X