Akibat Covid-19, Pembangunan Smelter Freeport Berhenti Total selama 5 Bulan

Kompas.com - 17/08/2020, 21:30 WIB
Salah seorang pekerja di PT Freeport Indonesia (PTFI) sedang mengendarai kendaraan khusus tambang di tambang Gresberg, Papua. Dok. Humas PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM Salah seorang pekerja di PT Freeport Indonesia (PTFI) sedang mengendarai kendaraan khusus tambang di tambang Gresberg, Papua.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyatakan, pembangunan pabrik pengolah atau smelter di Gresik, Jawa Timur, sudah terhenti selama 5 bulan akibat pandemi Covid-19.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengatakan, sejak Maret lalu pembangunan smelter di Gresik sudah terhenti.

Menurutnya, hal tersebut diakibatkan oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik dan terdampaknya kontraktor pembangunan smelter PTFI.

Baca juga: Minimalkan Penyebaran Covid-19, Ini Langkah yang Dilakukan Freeport Indonesia

Dengan terhentinya pembangunan, Tony melaporkan progres smelter tembaga itu sampai saat ini baru mencapai 5,8 persen.

"Lima bulan kita praktis berhenti karena Gresik juga berhenti. Kontraktor utama kta juga terkena dampak pandemi. Kita lima bulan ini enggak ada kegiatan," ujar Tony dalam diskusi virtual, Senin (17/8/2020).

Karena hal tersebut, Tony memprediksi pengoperasian pabrik smelter yang rencana akan mulai pada 2023 mendatang otomatis akan mundur satu tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

PTFI pun sudah mengajukan permintaan penundaan pengoperasian kepada Pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM. Namun, Tony menyebut sampai saat ini masih belum ada jawaban resmi.

"Kita beberapa bulan lalu menyampaikan permohonan ini untuk ditunda dalam jangka waktu 12 bulan. Sudah ada pemahaman, tapi resminya belum dapat persetujuan," ucap Tony.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X