Indonesia Ekspor 4,82 Ton Produk Olahan Kopi ke China

Kompas.com - 18/08/2020, 20:06 WIB
Ilustrasi kopi KOMPAS/MOHAMAD BURHANUDINIlustrasi kopi

Pada Januari-Juni 2020, di masa pandemi Covid-19, neraca perdagangan produk kopi olahan nasional juga masih mengalami surplus sebesar 211,05 juta dollar AS.

“Saat ini, ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi olahan berbasis kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke sejumlah negara tujuan utamanya seperti di kawasan ASEAN, China, dan Uni Emirat Arab,” kata Rochim.

Ia memastikan, Kemenperin akan terus aktif mendorong pengembangan sektor industrinya melalui penerapan berbagai kebijakan strategis, untuk meningkatkan daya saing produk kopi olahan Indonesia, Misalnya, berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia seperti barista, roaster, dan penguji cita rasa (cupper).

Kemudian, peningkatan nilai tambah biji kopi di dalam negeri, dan peningkatan mutu kopi olahan utamanya kopi sangrai (roasted bean) melalui penguasaan teknologi roasting, pengembangan standar produk (SNI) dan standar kompetensi kerja (SKKNI).

Rochim optimistis, Indonesia akan terus menjadi eksportir utama produk kopi olahan karena didukung pula dengan maraknya gaya hidup minum kopi di dunia. Di samping, konsumsi kopi di dalam negeri juga trennya meningkat.

Baca juga: Cerita Pemilik Warung Kopi Dihantam Pandemi, Menolak Gulung Tikar

Sebelum pandemi, perkembangan industri kopi di tanah air didorong oleh beberapa faktor seperti pertumbuhan kelas menengah, perubahan gaya hidup masyarakat dan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap kopi lokal, sehingga konsumsi di dalam negeri meningkat cukup tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Industri pengolahan kopi kemarin tumbuh cukup bagus, dengan adanya banyak kafe. Mudah-mudahan dengan adanya ekspor kopi olahan, bisa menggerakkan ekonomi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur UCC Victo Oro Prima, Victor Waskito Purwana menambahkan, perusahaan telah berdiri sejak tahun 2021 dan memiliki beberapa sertifikat yang dibutuhkan oleh industri kopi olahan. Seperti sertifikat HALAL, ISO 22000, dan Rain Forest Alliance.

“Kami berkomitmen untuk menawarkan dan menghasilkan kopi terbaik baik kopi biji, kopi bubuk maupun drip kopi di segmen kualitas tertinggi untuk hotel, restoran,kafe dan juga keperluan industri,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X