Tiga Faktor Ini Pengaruhi Defisit Transaksi Berjalan RI Semakin Turun

Kompas.com - 19/08/2020, 16:19 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020) Dok. Bank IndonesiaGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memprediksi defisit transaksi berjalan sepanjang tahun 2020 bakal berada di bawah 1,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) RI.

Adapun pada kuartal II 2020, defisit transaksi berjalan tercatat sebesar 2,9 miliar dolar AS atau 1,2 persen dari PDB, lebih rendah dari defisit pada kuartal sebelumnya sebesar 3,7 miliar dolar AS (1,4 persen dari PDB).

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat defisit transaksi berjalan dipatok di bawah 1,5 persen dari PDB.

Baca juga: Defisit Transaksi Berjalan RI 1,2 Persen dari PDB pada Kuartal II 2020

"Memang CAD (current account deficit/defisit transaksi berjalan) yang lebih rendah ada 2 faktornya, bahkan 3 faktor. Ada yg positif, ada yang harus kita lihat dalam kondisi ekonomi saat ini," kata Perry dalam konferensi video, Rabu (19/8/2020).

Faktor pertama adalah kenaikan ekspor pada pada Juli 2020, yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi. Secara bulanan (mtm) ekspor sebesar 14,33 persen.

Peningkatan ekspor ditopang oleh lonjakan harga komoditas yang mendorong nilai emas (HS71) dan minyak sawit (HS15), di atas ketahanan ekspor manufaktur seperti mobil & suku cadang (HS87), besi & baja (HS72), dan peralatan listrik (HS85).

Faktor kedua adalah masih lemahnya permintaan impor. Pada Juli 2020, impor justru turun sebesar 2,73 persen (mtm).

"Memang permintaan impornya masih lemah, karena berkaitan dengan terbatasnya aktifitas ekonomi dan dunia usaha akibat pandemi Covid-19," ungkap Perry.

Faktor terakhir yang perlu diperhatikan adalah meningkatkan defisit neraca jasa. Hal itu dipengaruhi oleh kunjungan wisatawan mancanegara yang turun signifikan selama pandemi Covid-19.

"Tapi juga ingat, devisa yang keluar juga menurun terutama tahun ini tidak ada haji, umroh, dan perjalanan luar negeri terbetas. devisa abroad rendah dan itu yang mendukung penurunan CAD," pungkas Perry.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X