Agustus 2020, Neraca Dagang RI Surplus 2,33 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 15/09/2020, 12:21 WIB
Ilustrasi ekspor dan impor. SHUTTERSTOCKIlustrasi ekspor dan impor.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca dagang RI pada periode Agustus 2020 mengalami surplus sebesar 2,33 miliar dollar AS.

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan, baik realisasi ekspor maupun impor pada Agustus mengalami kontraksi pertumbuhan secara tahunan atau year on year (yoy). Namun, penurunan ekspor masih lebih rendah ketimbang impor, sehingga neraca dagang RI masih mencatatkan surplus.

Tercatat pada Agustus lalu, realisasi ekspor RI sebesar 13,07 mililar dollar AS, turun 8,36 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar 14,26 miliar dollar AS.

Baca juga: Erick Thohir: Pemerintah Tak Lockdown Bukan Semata-mata Karena Pentingkan Ekonomi

Ekspor komoditas migas mengalami penurunan sebesar 27,45 persen secara tahunan. Sementara itu komoditas non migas yang terkontraksi sebesar 7,16 persen secara tahunan.

“Yang membuat ekspor non migas turun beberapa komoditas diantaranya logam mulia, perhiasan, permata, kemudian minyak hewan nabati, bahan bakar, dan mineral besi, dan baja, dan juga alas kaki,” tutur pria yang akrab disapa Kecuk itu dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/9/2020).

Sementara itu, nilai impor RI 10,74 miliar dollar AS, atau anjok 24,19 persen secara tahunan. Berbeda dengan realisasi ekspor, komoditas non migas justru mengalami penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan migas.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Masih Naik, Utang Luar Negeri RI Rp 6.063 Triliun pada Juli 2020

“Penurunan impor terjadi baik untuk impor migas maupun impor non migas yang turun 21,9 persen,” kata dia.

Dengan realisasi ekspor dan impor tersebut, neraca dagang RI pada periode Agustus 2020 mengalami surplus sebesar 2,33 milar dollar AS.

Realisasi itu jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang hanya mengalami surplus sebesar 92,6 juta dollar AS.

“Jadi tentunya kita berharap ke depan ekspor kita akan semakin membaik, sehingga surplus akan meningkat dan ekonomi bisa cepat pulih kembali,” ucap Kecuk.

Baca juga: Fakir Miskin Dapat Rp 15 Juta untuk Perbaikan Rumah, Ini Kriteria dan Caranya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X