Ini Upaya Dompet Dhuafa Percepat Solusi Stunting di Indonesia

Kompas.com - 19/09/2020, 18:36 WIB
Ilustrasi Balita Stunting ShutterstockIlustrasi Balita Stunting

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga filantropi Dompet Dhuafa bersama RRI meluncurkan Aksi Peduli Dampak Corona sebagai upaya lanjutan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Aksi Peduli Dampak Corona (APDC) merupakan bentuk nyata Filantropeneur di masa pandemi demi ketahanan ekonomi skala keluarga. Aktivitas program ini mencakup bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, budaya dan iman takwa.

Parni Hadi, Ketua Pembina Dompet Dhuafa menyatakan, di sektor ekonomi, Dompet Dhuafa menginisiasi beberapa program, seperti program ketahanan pangan berbasis keluarga maupun komunitas.

Baca juga: Menko PMK: Kita Akan Perang Melawan Stunting

Dompet Dhuafa juga menggagas dan menerapkan program Keluarga Tangguh bagi keluarga pra sejahtera. Program Keluarga Tangguh Dompet Dhuafa tidak hanya sampai pada pemberian bantuan, namun terus memantau dan mendampingi hingga kestabilan ekonomi keluarga bisa tercapai.

Di sektor kesehatan, salah satu aspek yang menjadi fokus utama Dompet Dhuafa adalah penanganan stunting pada anak-anak.

"Dampak Corona memendekkan pertumbuhan ekonomi, dan tentu berdampak pada gizi maupun anak-anak yang akan lahir. Dompet Dhuafa siap bekerjasama dengan siapapun," kata Parni dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2020).

Adapun Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Efendi menuturkan, semakin banyak LSM seperti Dompet Dhuafa maupun organisasi sosial yang peduli dengan stunting, tentu sangat baik.

Baca juga: Menko PMK: 17 Kementerian Urusi Stunting, Bukan Selesai Malah Remuk

"Urusan stunting bukan hanya beban atau urusan pemerintah maupun negara saja. Malah justru kita turut serta dalam peran aktif penuh, berkomitmen sungguh-sungguh pada penuntasan stunting dari masyarakat madani seperti Dompet Dhuafa maupun organisasi sosial," terang Muhadjir.

Sementara itu, Bambang Suherman, selaku Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf Dompet Dhuafa memaparkan, sejak 2015, Dompet Dhuafa sudah terlibat di program stunting.

"Ada 26 titik di Kabupaten dan Kota, program stunting masih terus berjalan, perlu ada pendamping di level bawah yang basisnya penguatan keluarga. Melalui pendidikan, perilaku kesehatan dan ekonomi untuk kami menciptakan generasi sehat. Intervensi berbasis dampak corona, juga ada 155 kader terlatih untuk mendampingi," ujar Bambang.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X