Menko Airlangga: Dana Pemulihan Ekonomi Nasional Telah Terserap Rp 254 Triliun

Kompas.com - 25/09/2020, 14:52 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto memberikan sambutan pada peluncuran bukunya berjudul Merajut Asa di Gedung Garuda, Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin (14/11/2019). KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGAMenteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto memberikan sambutan pada peluncuran bukunya berjudul Merajut Asa di Gedung Garuda, Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin (14/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 695 triliun akan terserap seluruhnya hingga akhir tahun ini.

Saat ini, penyerapan dana PEN telah mencapai 30,9 persen atau sebesar Rp 254 triliun.

"Kemudian, kami melihat bahwa beberapa sektor yang terkait dengan PEN, tadi sudah disampaikan bahwa sektor-sektor tersebut yang sekarang penyerapannya 30,9 persen atau Rp 254 triliun. Di akhir tahun, outlooknya akan terserap semua," katanya secara virtual melalui akun Instagram PerekonomianRI, Jumat (25/9/2020).

Baca juga: Bos BTN: Dana PEN untuk Sektor Perumahan Masih Sangat Kecil

Secara persentase, dana PEN yang terserap antara lain sektor kesehatan sebesar 96 persen, perlindungan sosial 119 persen, kementerian/lembaga serta pemerintah daerah 67 persen, UMKM 100 persen, korporasi 92 persen, dan investasi usaha 100 persen.

Dengan melakukan realokasi secara dinamis, anggaran yang dirasa berlebih dan tidak mungkin terserap di satu program segera direalokasi ke program lain yang tingkat penyerapannya sudah lancar.

“Kami melakukan ini dengan prinsip agar peningkatan serapan semaksimal mungkin, sehingga diharapkan dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, utamanya kelas menengah ke bawah sekaligus menjadi penyangga ekonomi nasional," katanya.

Lebih lanjut Airlangga mengatakan, tren perbaikan ekonomi pun diprediksi terjadi di kuartal ketiga, dibanding capaian kuartal kedua di angka minus 5,3 persen.

Baca juga: Hingga September 2020, Bank Mandiri Salurkan Dana PEN Rp 35,6 Triliun

Indikator lain seperti data penjualan, kegiatan manufaktur, perkantoran, hingga kegiatan di pasar, semuanya juga menunjukkan perbaikan sejak bulan Juli 2020 lalu.

Tren dan capaian positif tersebut menurutnya tak lepas dari kebijakan stimulus pemerintah melalui program kesehatan, bantuan sosial, bantuan kepada dunia usaha, UMKM, dan sektor padat karya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X