Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bos BTN: Dana PEN untuk Sektor Perumahan Masih Sangat Kecil

Kompas.com - 23/09/2020, 16:16 WIB
Yohana Artha Uly,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang senilai Rp 695,2 triliun, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk insentif di sektor perumahan.

Kendati demikian, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala Mansury menyatakan, nilai insentif tersebut terbilang masih sangat kecil.

"Secara keseluruhan, jumlah tambahan yang disalurkan ke properti di 2020, dibandingkan keseluruhan upaya untuk tambahan APBN tahun ini dalam anggaran PEN, Rp 1,3 triliun itu merupakan proporsi yang sangat kecil dari dana PEN," ujarnya dalam webinar Iluni UI, Rabu (23/9/2020).

Baca juga: BTN Yakin Penyaluran Kredit dari Dana PEN Bisa Lampaui Target

Ia menjelaskan, insentif sektor perumahan tersebut diperuntukkan pada KPR skema subsidi selisih bunga (SSB) sebanyak 127.000 uni rumah. Tapi, Pahala berharap nilai insentif ini bisa lebih besar lagi.

Pasalnya, sektor perumahan sangatlah strategis karena memiliki efek domino pada 174 industri lainnya.

Sehingga, diperkirakan bantuan yang diberikan pemerintah pada sektor ini akan berdampak pada sekitar 25juta hingga 30 juta pekerja yang ada di dalamnya.

"Bukan hanya pekerja yang bangun rumahnya saja, tapi juga pekerja di sektor lain, seperti di bahan bangunan," imbuhnya.

Baca juga: Digitalisasi, BTN Percepat Proses Aplikasi KPR Subsidi

Pahala mengatakan, perumahan merupakan salah satu sektor yang tetap mampu tumbuh 2,30 persen pada kuartal II-2020, ketika sebagian besar sektor ekonomi lainnya mengalami terkontraksi akibat dampak buruk pandemi Covid-19.

Menurutnya, kinerja positif ini perlu terus di dorong untuk bisa terjaga pertumbuhannya. Oleh sebab itu, Pahadal berharap, pada alokasi anggaran PEN di tahun 2021 pemerintah bisa lebih meningkatkan insentif pada sektor perumahan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tahun 2024, BKN Tak Melakukan Pendataan Ulang Tenaga non-ASN

Tahun 2024, BKN Tak Melakukan Pendataan Ulang Tenaga non-ASN

Whats New
Judi Online dan Alternatif Peningkatan Kesejahteraan Modal Minimal

Judi Online dan Alternatif Peningkatan Kesejahteraan Modal Minimal

Whats New
Erick Thohir 'Warning' Direksi BUMN, Ini Sebabnya

Erick Thohir "Warning" Direksi BUMN, Ini Sebabnya

Whats New
Angan-angan Swasembada Daging Sapi

Angan-angan Swasembada Daging Sapi

Whats New
[POPULER MONEY] Kementerian PUPR Buka 26.319 Formasi CPNS dan PPPK | Akar Masalah BUMN Indofarma Belum Bayar Gaji Karyawan

[POPULER MONEY] Kementerian PUPR Buka 26.319 Formasi CPNS dan PPPK | Akar Masalah BUMN Indofarma Belum Bayar Gaji Karyawan

Whats New
Naik 3,1 Persen, Laba Bersih Telkom Kuartal I 2024 Capai Rp 6,3 Triliun

Naik 3,1 Persen, Laba Bersih Telkom Kuartal I 2024 Capai Rp 6,3 Triliun

Whats New
Bakal Pindah ke IKN, Erick Thohir Tawarkan Investor Kelola Aset BUMN di Jakarta

Bakal Pindah ke IKN, Erick Thohir Tawarkan Investor Kelola Aset BUMN di Jakarta

Whats New
Asosiasi: Usaha Angkutan Penyeberangan Bisa Terpengaruh Kenaikan Dollar AS

Asosiasi: Usaha Angkutan Penyeberangan Bisa Terpengaruh Kenaikan Dollar AS

Whats New
BSI Bidik Target Bisnis Emas Tumbuh 30 Persen pada 2024

BSI Bidik Target Bisnis Emas Tumbuh 30 Persen pada 2024

Whats New
Perusahaan Asal Singapura Jadi Investor Pertama KIT Batang Tahun Ini

Perusahaan Asal Singapura Jadi Investor Pertama KIT Batang Tahun Ini

Whats New
Ada Gejolak Global, Erick Thohir Telepon Direksi BUMN, Minta Susun Strategi

Ada Gejolak Global, Erick Thohir Telepon Direksi BUMN, Minta Susun Strategi

Whats New
Inflasi Medis Kerek Harga Premi Asuransi Kesehatan hingga 20 Persen

Inflasi Medis Kerek Harga Premi Asuransi Kesehatan hingga 20 Persen

Whats New
Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Anggaran Belanja di Tengah Konflik Iran-Israel

Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Anggaran Belanja di Tengah Konflik Iran-Israel

Whats New
Ekspor Batik Aromaterapi Tingkatkan Kesejahteraan Perajin Perempuan Madura

Ekspor Batik Aromaterapi Tingkatkan Kesejahteraan Perajin Perempuan Madura

Whats New
Hadiri Halalbihalal Kementan, Mentan Amran: Kami Cinta Pertanian Indonesia

Hadiri Halalbihalal Kementan, Mentan Amran: Kami Cinta Pertanian Indonesia

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com