Bank Dunia Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021 Maksimal 4,4 Persen, Lebih Rendah dari Malaysia dan Filipina

Kompas.com - 29/09/2020, 12:40 WIB
Foto dirilis Kamis (28/4/2020), menunjukkan petugas keamanan berjalan di samping kios pedagang kaki lima yang tutup akibat merebaknya Covid-19 di atas sky bridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang di Jakarta. Imbas wabah Covid-19, gejolak pada aspek kesehatan turut merembet ke sektor ekonomi dengan sebagian besar aktivitas ekonomi di Tanah Air terhenti. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAFoto dirilis Kamis (28/4/2020), menunjukkan petugas keamanan berjalan di samping kios pedagang kaki lima yang tutup akibat merebaknya Covid-19 di atas sky bridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang di Jakarta. Imbas wabah Covid-19, gejolak pada aspek kesehatan turut merembet ke sektor ekonomi dengan sebagian besar aktivitas ekonomi di Tanah Air terhenti.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia merevisi turun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 mendatang.

Sebelumnya, pada Juli lalu lembaga internasional tersebut memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI tahun depan sebesar 4,8 persen. Kini, Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2021 berada di kisaran 3 persen hingga 4,4 persen.

Outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara kawasan ASEAN lain.

"Indonesia dan Filipina memiliki prospek yang tidak pasti. Kedua negara dengan populasi terbesar setelah China tersebut hingga saat ini belum sukses dalam mengontrol pandemi," ujar Chief Economist for East Asia and Pacific Bank Dunia Aaditya Mattoo.

Baca juga: ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Minus 1 Persen pada 2020

Jika dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung jauh lebih rendah. Tahun depan, Malaysia diproyeksi tumbuh 6,3 persen dengan batas skenario bawah sebesar 4,4 persen. Filipina tahun depan diproyeksi masih bisa tumbuh 5,3 persen, dengan batas bawah 2,9 persen.

Adapun Vietnam yang dinilai sukses dalam mengontrol pandemi diperkirakan bakal tumbuh 6,8 persen tahun depan dengan batas bawah 4 persen dan Kamboja diperkirakan masih mampu mengerek perekonomian hingga 4,3 persen degan batas bawah 3 persen.

Matto pun mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara di kawasan Asia Pasifik selain Filipina yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi dalam waktu dekat.

Pasalnya, hingga saat ini Indonesia dinilai belum sukses dalam menangani pandemi. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 diproyeksi bakal ada di kisaran minus 1,6 persen hingga minus 2 persen.

"Indonesia masih belum menerapkan isolasi secara ketat, dan nampaknya lebih mengandalkan kebijakan-kebijakan yang lebih lembut," ujar Mattoo.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X