Oversupply Listrik Merugikan PLN, Kementerian BUMN: Pemborosan!

Kompas.com - 02/10/2020, 11:03 WIB
Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga menjelaskan kepada rekan media soal restrukturisasi BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/11/2019) KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIStaf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga menjelaskan kepada rekan media soal restrukturisasi BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (18/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Erick Thohir berkirim surat ke Menteri ESDM Arifin Tasrif terkait kelebihan pasokan atau oversupply listrik. Jika terus dibiarkan, kondisi seperti akan membuat keuangan PT PLN (Persero) berdarah-darah.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membeberkan, penyebab oversuplly listrik terjadi karena pemerintah memberikan kemudahan usaha penyediaan listrik dan captive power.

Saat ini, jumlah pembangkit listrik terus bertambah setelah pemerintah mencanangkan mega proyek tambahan energi listrik baru sebesar 35.000 Megawatt (MW).

“Jadi enggak ada pemborosan juga, pemborosan energi, kan sayang nih kalau misalnya kita bikin pembangkit yang baru, ada lagi nanti industri, bikin pembangkit yang baru, sementara PLN sendiri mampu untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” tegas dia.

Baca juga: Erick Thohir Mau Likuidasi 14 BUMN

Ia berujar, dengan kondisi pasokan listrik yang sudah berlebih, Kementerian ESDM perlu mengambil tindakan. PLN sebagai BUMN pembeli listrik dari pembangkit, juga harus menanggung kerugian tak sedikit lantaran kelebihan listrik tak bisa tersalurkan maksimal.

Di sisi lain, PLN terpaksa harus membeli listrik dari pembangkit karena terikat dengan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dari unit pembangkit swasta atau Independent Power Producer (IPP).

"Yang dilihat Pak Menteri adalah karena PLN sudah oversupply ngapain kalau tidak dimanfaatkan dan juga kalau ada institusi baru apalah namanya itu gak perlu buat pembangkit baru karena sudah oversupply, bagus memanfaatkan yang sudah ada," ucap Arya Sinulingga.

Isi surat Erick Thohir

Berikut surat dari Erick Thohir perihal Dukungan Kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tertanggal 18 September 2020.

Baca juga: Rincian Pelanggan PLN yang Tarif Listriknya Turun di Oktober-Desember

Memperhatikan kondisi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) / PT PLN baik kinerja operasional maupun keuangan yang terdampak pandemi Covid-19, kami harapkan dukungan Saudara untuk membantu kinerja PT PLN sebagai berikut:

1. Untuk mengatasi kondisi kelebihan pasokan pembangkit, maka diperlukan upaya peningkatan demand listrik. Kami harapkan dukungan Saudara untuk mendorong pelaku usaha menggunakan listrik yang disediakan PT PLN (Persero), antara lain dengan membatasi pemberian izin usaha penyediaan listrik dan captive power.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X