Frekuensi Penerbangan Masih Rendah, Pasokan Avtur Aman?

Kompas.com - 13/10/2020, 13:39 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pergerakan pesawat terus mengalami pertumbuhan sejak berbagai aktifitas perekonomian mulai dibuka kembali.

Namun, jika dibandingkan tahun lalu, frekuensi penerbangan masih lebih rendah. Misal saja di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Unit Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III, Eko Kristiawan, mengatakan, frekuensi penerbangan di Cengkareng mengalami penurunan hingga kurang lebih 45 persen dibandingkan tahun 2019 karena pandemi Covid-19 sejak Maret.

Baca juga: Mau Traveling? Simak Promo Penerbangan dan Penginapan

Akibatnya, konsumsi bahan bakar pesawat, Avtur, tercatat masih rendah dibanding tahun lalu.

"Konsumsi Avtur saat ini masih rendah karena pandemi covid membatasi minat perjalanan dengan pesawat udara serta penutupan penerbangan internasional," kata Eko dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2020).

Kendati demikian, Eko memastikan kesiapan stok serta sarana dan fasilitas (sarfas) Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).

Ia menjelaskan, pasokan Avtur di Soekarno-Hatta diperoleh dari Refinery Unit II Dumai dan Refinery Unit IV Cilacap.

Dengan moda distribusi jalur laut, Avtur diterima di DPPU dan dialirkan ke terminal 1, 2 dan 3 di Soekarno-Hatta melalui jalur pipa.

"Namun kami memastikan pasokan avtur tetap berjalan dan siap memenuhi kebutuhan jika sewaktu-waktu kondisi permintaan kembali normal," ucapnya.

Baca juga: Curhat Bos Garuda: Kami Mengalami Kondisi yang Paling Buruk dalam Sejarah Penerbangan...



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X