Triliuner Baru Asia Pekan Ini, Pendiri Miniso dan Pemilik Agensi BTS

Kompas.com - 18/10/2020, 17:20 WIB
Para member BTS berfoto dengan CEO Big Hit Entertainment Lenzo Yoon (ketiga dari kanan) menghadiri Grammy Awards di Staples Center, Los Angeles, Minggu (26/1/2020). Rich Fury/Getty Images for The Recording Academy/AFPPara member BTS berfoto dengan CEO Big Hit Entertainment Lenzo Yoon (ketiga dari kanan) menghadiri Grammy Awards di Staples Center, Los Angeles, Minggu (26/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada pekan ini, Asia setidaknya melahirkan dua orang triliuner baru. Keduanya menjadi triliuner lantaran perusahaan yang didirikannya melantai di bursa saham.

Kedua triliuner baru itu adalah pendiri jaringan ritel Miniso Ye Guofu serta Bang Shi Hyuk, pendiri dan pemilik Big Hit Entertainment, agensi artis Korea Selatan (Korsel), yang salah satunya boyband BTS.

Ye Guofu disebut bakal menjadi miliarder. Sebab, Miniso akan melantai di bursa saham New York Stock Exchange, Amerika Serikat.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Nilai Harta 100 Orang Terkaya di India Naik Rp 7.607,25 Triliun

Dilansir dari Forbes, Kamis (15/10/2020), kekayaan Ye berasal dari jaringan gerai Miniso yang tersebar di seluruh dunia.

Miniso menjual beragam produk, mulai dari kosmetik, alat elektronik, hingga perkakas rumah tangga dengan harga terjangkau.

Disokong oleh Tencent, saham Miniso akan mulai diperdagangkan di bursa saham New York pada Kamis waktu setempat.

Miniso dikabarkan mengincar dana segar hingga 562,4 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 8,2 triliun (kurs Rp 14.708 per dollar AS).

Baca juga: Pendiri Miniso Jadi Miliarder, Berkat Melantai di Bursa Saham AS

Menyusul penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham Miniso, Forbes mengestimasikan kekayaan Ye mencapai 3,3 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 48,6 triliun. Sebab, Ye memiliki 65 persen saham Miniso pasca IPO.

Miniso berencana menggunakan dana hasil IPO untuk membuka lebih banyak gerai dan memperluas jaringan logistik.

Ilustrasi gerai MinisoDok. Miniso Ilustrasi gerai Miniso

Pada tahun fiskal 2020 yang berakhir pada Juni 2020, penjualan Miniso turun 4,4 persen menjadi 1,3 miliar dollar AS. Meski demikian, para analis optimistis dengan tren penjualan Miniso secara jangka panjang.

"Produk dengan harga terjangkau akan menikmati pertumbuhan yang sangat bagus di China. Konsumen yang pendapatannya terdampak pandemi akan mencari banyak diskon," kata Jason Yu, direktur pelaksana perusahaan konsultan Kantar Worldpanel.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X