Laba Bersih Chandra Asri Petrochemical 21 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Kompas.com - 26/10/2020, 20:10 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian pabrik baru polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten, Jumat (6/12/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian pabrik baru polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten, Jumat (6/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) melaporkan pendapatan bersih sebesar 1,268 juta dollar AS pada kuartal III 2020.

Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sebesar 21 juta dollar AS pada kuartal III 2020. Kemudian, EBITDA perseroan dilaporkan sebesar 61 juta dollar AS.

"Hal ini menjadikan EBITDA year to date (tahun kalender) 2020 kami sebesar 66 juta dollar AS dan mengurangi kerugian bersih sebesar 19 juta dollar AS," kata Direktur TPIA Suryandi dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Chandra Asri Petrochemical Jajaki Kemitraan Terminal Industri

Suryandi menyebut, pihaknya terus dapat menjual volume produksi secara stabil tanpa penurunan permintaan, untuk melayani kebutuhan pelanggan dan pasar domestik yang dinamis.

Perbaikan pada paruh kedua tahun 2020 ini terjadi dengan latar belakang pemulihan permintaan dari
China dan Asia Timur Laut, kekuatan bisnis karena adanya permintaan akan kemasan plastik sebagai
produk berbiaya rendah dan higienis.

"Dan fokus berkelanjutan kami pada keunggulan operasional untuk memberikan operasi yang lancar dan aman," jelas Suryandi.

Posisi neraca perseroan tetap solid dengan kumpulan likuiditas sebesar 797 juta dollar AS per 30 September 2020 termasuk kas dan setara kas sebesar 516 juta dollar AS. 

Baca juga: Kurangi Impor Produk Kimia, Chandra Asri Operasikan Dua Pabrik Baru

Chandra Asri secara proaktif melakukan percepatan pelunasan sebesar 125 juta dollar AS dari secured term loan terakhir pada Juli 2020 yang semestinya jatuh tempo pada tahun 2023, membeli kembali obligasi sebesar 20 juta dollar AS di pasar terbuka, dan menerbitkan obligasi rupiah dalam negeri sebesar 68 juta dollar AS secara proaktif mengelola struktur modal sekaligus mengurangi biaya pendanaan secara keseluruhan.

"Kami senang dengan keberhasilan start-up pabrik MTBE kami, dengan kapasitas 128 Kilo Ton Per Tahun dan pabrik Butene-1, dengan kapasitas 43 Kilo Ton Per Tahun pada bulan September," jelas Suryandi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2021, Bank Bukopin Ganti Nama Jadi Bank KB Bukopin

2021, Bank Bukopin Ganti Nama Jadi Bank KB Bukopin

Whats New
Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Earn Smart
Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama 'Kota Rebana'

Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama "Kota Rebana"

Whats New
Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Whats New
Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Whats New
Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Whats New
Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Whats New
MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM 'Go Digital', Apa Saja?

MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM "Go Digital", Apa Saja?

Whats New
Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Rilis
IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

Whats New
Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Whats New
Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Whats New
Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Rilis
Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Whats New
Mentan Sebut Tanaman 'Janda Bolong' Diminati di AS dan Eropa

Mentan Sebut Tanaman "Janda Bolong" Diminati di AS dan Eropa

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X