KSSK Pastikan Sistem Keuangan Kuartal III-2020 dalam Kondisi Normal

Kompas.com - 27/10/2020, 16:44 WIB
Konferensi pers KSSK di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (29/1/2019) KOMPAS.com/YOGA SUKMANAKonferensi pers KSSK di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (29/1/2019)
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komite Stabilitas Sistem Keuangan ( KSSK) menilai kondisi stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal III-2020 tetap terjaga meski kondisi pasar keuangan masih diliputi ketidakpastian akibat Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan indikator stabilitas sistem keuangan berada dalam kondisi normal dan hal itu mampu menopang proses pemulihan ekonomi yang berangsur membaik.

"Menghadapi ketidakpastian akibat Covid-19 tersebut KSSK akan terus memperkuat sinerginya di dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan," ujar Sri Mulyani ketika memberikan keterangan tertulis secara virtual, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: UMP 2021 Tak Naik, KSPSI: Ini Sangat Memberatkan

Bendahara negara itu mengatakan, indikator pemulihan ekonomi terlihat dari revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dilakukan oleh Dana Moneter Internasional atau IMF.

Pada bulan Juni 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksi bakal mengalami kontraksi hingga 5,2 persen. Namun proyeksi tersebut kemudian direvisi menjadi minus 4,4 persen.

Di dalam negeri sendiri pada kuartal II lalu pertumbuhan ekonomi tercatat mengalami kontraksi yang cukup dalam, yakni mencapai 5,32 persen.

Pada kuartal III, pertumbuhan ekonomi diproyeksi bakal membaik.

"Perbaikan berangsur didorong percepatan realisasi stimulus fiskal atau APBN dan perbaikan ekspor," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Indef: Koperasi Harus Bisa Menjadi Garda Terdepan Pemulihan Ekonomi Nasional

"Belanja pemerintah di kuartal III-2020 meningkat sangat signifikan untuk bansos dan dukungan kepada usaha terutama UMKM. Hal ini dilakukan dalam keseluruhan pelaksanaan pemulihan ekonomi," sambung dia.

Bendahara Negara itu mengatakan, KSSK akan terus mendukung proses pemulihan ekonomi dengan mendorong realisasi instrumen kebijakan serta aspek regulasinya.

Koordinasi kebijakan KSSK akan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan baik dari sisi penawaran maupun dari sisi permintaan.

"Dari sisi fiskal pelaksanaan anggaran hingga akhir tahun akan terus dimaksimalkan sebagai instrumen penting dalam rangka mendorong dan memulihkan perekonomian," ujar Sri Mulyani.

"Kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif akan terus ditempuh dan program restrukturisasi relaksasi kredit dan perbankan akan terus didukung," jelas dia.

Baca juga: Garuda Pastikan Penuhi Hak 700 Karyawan yang Diputus Kontraknya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X