KILAS

Cegah Kerugian Akibat Bencana, Kementan Ajak Petani di Ciamis Asuransikan Lahan

Kompas.com - 31/10/2020, 15:10 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi gudang pupuk milik dua anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yakni PT Pupuk Kujang dan PT Petrokimia Gresik di Indramayu, Sabtu (5/9/2020) (DOK. Humas Pupuk Indonesia) Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi gudang pupuk milik dua anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yakni PT Pupuk Kujang dan PT Petrokimia Gresik di Indramayu, Sabtu (5/9/2020)

KOMPAS.com – Mengantisipasi bencana alam akibat tingginya curah hujan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengimbau petani di Ciamis, Jawa Barat, untuk mengasuransikan lahannya.

Pasalnya, ada potensi fenomena La Nina yang akan membuat curah hujan meningkat di wilayah Jawa Barat. Dampaknya bisa menyebabkan banjir dan membuat petani gagal panen.

“Oleh karena itu, Kementerian Pertanian ( Kementan) menyiapkan tujuh strategi untuk mengatasi La Nina. Salah satunya dengan asuransi,” ujar Syahrul dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (31/10/2020).

Hal senada juga dijelaskan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy. Menurutnya asuransi menjadi langkah paling baik untuk mengantisipasi kerugian akibat gagal panen.

Baca juga: Sarwo Edhy: Implementasi Kartu Tani akan Diwajibkan pada 2021

Bukan tanpa alasan Menteri Syahrul dan Dirjen PSP menyosialisasikan hal tersebut kepada para petani di Ciamis. Hal ini karena para petani pepaya di bantaran Sungai Ciputrahaji terkena imbas bencana alam yang menerjang wilayah Banjarsari, Selasa (27/10/2020).

Salah satu petani yang merugi adalah Eded Supriadi. Ia mengalami kerugian lebih kurang 700 pohon dari total 2.000 pohon pepaya jenis California gagal panen petik. Padahal, sudah masuk bulan panen.

“Satu pohonnya saat dipanen bisa sekitar 6 kilogram, akibat kejadian ini sekarang harganya merosot di harga Rp 2.200 per kilonya, padahal sebelumnya harga diatas normal,” kata Eded.

Baca juga: Ada Ancaman La Nina, Mentan: Kita Tidak Boleh Kalah dengan Alam

Edhy mengatakan, asuransi dapat menjadi bagian dari mitigasi bencana. Sebab, jika lahan gagal panen akibat bencana alam, terserang hama dan penyakit, kekeringan, serta kebanjiran akibat cuaca ekstrem, asuransi akan mengganti kerugian pada lahan yang telah diasuransikan.

“Sebagai mitigasi bencana, asuransi akan memberikan klaim yang bisa digunakan petani sebagai modal untuk tanam kembali sehingga produksi tetap berlangsung,” kata Edhy.

 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

Smartpreneur
November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

Rilis
Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Whats New
Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Smartpreneur
Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Earn Smart
[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

Whats New
Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Whats New
Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Work Smart
Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Whats New
Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Whats New
Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X