BPS: 29,12 Juta Penduduk Usia Kerja di RI Terdampak Pandemi

Kompas.com - 05/11/2020, 18:08 WIB
Ilustrasi Covid-19 KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, dampak pandemi Covid-19 terhadap pekerja tidak hanya meningkatkan jumlah pengangguran saja.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, secara keseluruhan ada 29,12 juta penduduk usia kerja yang pekerjaannya terdampak pandemi. Angka tersebut setara dengan 14,28 persen dari keseluruhan populasi penduduk usia kerja yang mencapai 203,97 juta orang.

"Dampak Covid-19 terhadap pekerjaan tidak hanya dari peningkatan pengangguran tapi juga berbagai sisi," ujar Suhariyanto ketika memberikan keterangan dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/11/2020).

Baca juga: Ini Penyebab IHSG Melonjak meski Ekonomi RI Resmi Resesi

Secara lebih rinci dia menjelaskan, akibat Covid-19, jumlah pengangguran meningkat 2,56 juta orang.

Dengan demikian, per Agustus 2020 jumlah pengangguran menjadi 9,77 juta orang.

Selain itu, jumlah bukan angkatan kerja (BAK) akibat Covid-19 menjadi 0,76 juta orang.

Selain itu, jumlah orang yang tidak bekerja akibat Covid-19 sebanyak 1,77 juta orang.

Suhariyanto pun menyebutkan, jumlah penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja akibat Covid-19 sebanyak 1,77 juta orang.

Dengan bertambahnya jumlah pengangguran, maka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia pun mengalami kenaikan dari 5,23 persen menjadi 7,07 persen.

Peningkatan TPT terjadi lantaran terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja per Agustus 2020 sebesar 2,36 juta orang menjadi 138,22 juta orang. Meski terjadi kenaikan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sebesar 0,24 persen poin menjadi 67,77 persen namun terjadi penurunan jumlah penduduk yang bekerja.

Penduduk yang bekerja pada periode Agustus 2020 sebanyak 128,45 juta orang menurun 0,31 juta orang dibanding periode Agustus 2019.

"Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah sektor pertanian (2,23 persen poin). Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor industri pengolahan (1,30 persen poin)," ucap Suhariyanto.

Baca juga: Jakarta Jadi Provinsi dengan Pengangguran Terbanyak di Indonesia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X