Sri Mulyani Sebut Covid-19 Tak Menjadi Penghalang RI Jadi Negara Maju

Kompas.com - 18/11/2020, 14:41 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (29/1/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, pandemi Covid-19 tidak mengubah target Indonesia untuk bisa menjadi negara maju pada tahun 2045 mendatang.

Dalam 25 tahun lagi, harapannya Indonesia masuk dalam empat negara dengan perekonomian terbesar di Indonesia.

Untuk itu, Bendahara Negara itu pun menjelaskan, pemerintah terus melakukan proses transformasi ekonomi meski di tengah pandemi.

Baca juga: Erick Thohir Mau Bangun Markas Besar BUMN di Luar Negeri

"Tantangan dengan adanya pandemi Covid-19 tidak seharusnya membuat kita shifting attention kita, namun kita juga tahu bahwa Covid-19 harus kita tangani," ujar Sri Mulyani dalam webinar nasional DPR RI, Rabu (18/11/2020).

"Covid-19 harus bisa kita kelola, harus kita tangani sehingga tidak menjadi alasan atau excuse untuk perjalanan kita menuju negara yang berpendapatan tinggi," ujar dia.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan hampir seluruh kegiatan ekonomi di dunia alami tekanan.

Bahkan, di Indonesia, pertumbuhan ekonomi dua kuartal tahun ini mengalami kontraksi atau minus 5,32 persen dan 3,49 persen.

Sri Mulyani pun menilai, titik terendah telah dilalui dan di kuartal IV ini perekonomian mulai menunjukkan pemulihan.

"Mulai menunjukkan perbaikan pada kuartal III ditopang dari sisi pengeluaran maupun produksi. Mayoritas produksi kita menunjukkan pembalikan. Situasi yg mulai membalik menuju arah positif harus terus dijaga dan diakselerasi," ujar dia.

Indonesia masuk sebagai negara berpendapatan tinggi di 2045.

Adapun di tahun ini Indonesia berhasil naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah atas, dengan GNI per kapita sebesar 4.050 dollar AS, dari sebelumnya 3.840 dollar AS.

Baca juga: Bidik Terbaik di Asia Tenggara, BTN Terapkan Budaya Kerja Baru

Indonesia sejajar dengan negara-negara berpendapatan menengah atas lainnya, seperti Thailand, Malaysia, dan China.

Adapun GNI per kapita Thailand adalah 7.260 dollar AS, Malaysia 11.200 dollar AS, dan China 10.410 dollar AS.

Untuk menjadi negara maju, Indonesia ditargetkan bisa mencetak pendapatan per kapita hingga 23.199 dollar AS pada tahun 2045 mendatang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X