BTN Siap Serap Tambahan Kuota KPR Bersubsidi Skema FLPP

Kompas.com - 19/11/2020, 11:06 WIB
Ilustrasi KPR www.shutterstock.comIlustrasi KPR

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk siap menyerap tambahan kuota kredit pemilikan rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP).

Direktur BTN Nixon LP Napitupulu mengakui, perseroan sangat mengharapkan adanya tambahan kuota kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi baik melalui skema FLPP, subsidi selisih bunga (SSB), maupun skema KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Sebab perseroan yakin, meyakini permintaan KPR subsidi akan lebih tinggi pada tahun 2021 dibanding tahun 2020.

Baca juga: Melunasi KPR Lebih Cepat Bisa Bikin Anda Buntung, Kok Bisa?

"BTN siap menyerap tambahan kuota FLPP,” kata Nixon dalam siaran pers, Kamis (19/11/2020).

Menurut Nixon, sudah sewajarnya kuota FLPP ditambah karena pertumbuhan di sektor perumahan akan mendorong naiknya pertumbuhan industri pendukung dan penyerapan tenaga kerja kembali.

Hingga kuartal III 2020 saja, Bank BTN berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 254,91 triliun. Dari angka tersebut, KPR masih mendominasi, yakni senilai Rp 196,51 triliun atau naik 1,39 persen year on year (yoy) dari Rp 193,8 triliun pada kuartal III 2019.

"Dari total penyaluran KPR, porsi KPR subsidi mencapai Rp 116,32 triliun atau lebih tinggi dibandingkan KPR non-subsidi yang sebesar Rp 80,18 triliun," sebut Nixon.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melalui Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) berencana menambah kuota penyaluran dana FLPP.

Kuota penyaluran FLPP ditambah lantaran tingginya minat masyarakat untuk memiliki rumah FLPP.

Baca juga: BTN Hadirkan KPR Khusus untuk Anggota TNI

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan, sebelumnya pemerintah hanya menargetkan kuota penyaluran dana FLPP sepanjang tahun ini sebesar 102.500 unit hunian.

Hingga Rabu (18/11/2020), dana FLPP telah disalurkan sebanyak 102.665 unit senilai Rp 10,52 triliun atau sebanyak 100,16 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

Jika dilihat dari nilai rupiah yang disalurkan dari PPDPP, masih terserap sebesar 95,66 persen.

“Masih ada dana FLPP sebesar 4,34 persen dari Rp 11 triliun yang diamanatkan pemerintah kepada PPDPP. Sehingga kami optimistis di sisa tahun anggaran 2020 ini akan menyalurkan hingga 110.000-an unit atau secara tepatnya menurut perhitungan mencapai 107.600 unit rumah,” pungkas Arief.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X